Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Sacheen Littlefeather Wafat, Tenar Sebagai Aktivis yang Wakili Marlon Brando Tolak Oscar

Selasa 04 Oct 2022 10:11 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Aktivis dan aktris Marie Louise Cruz alias Sacheen Littlefeather meninggal dunia pada Ahad (2/10/2022) akibat kanker payudara.

Aktivis dan aktris Marie Louise Cruz alias Sacheen Littlefeather meninggal dunia pada Ahad (2/10/2022) akibat kanker payudara.

Foto: AP
Sacheen Littlefeather mewakili aktor 'Godfather' Marlon Brando untuk menolak Oscar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivis Sacheen Littlefeather yang pernah menggoreskan momen heroik di panggung Oscar meninggal dunia di usia 75 tahun pada Ahad (2/10/2022) waktu AS. Penduduk asli Amerika itu meninggal di rumahnya di Novato, California, setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker payudara yang akhirnya menyebar ke paru-paru kanannya.

Aktivis sekaligus aktris tersebut mengubah namanya dari Marie Louise Cruz menjadi Sacheen Littlefeather dan terlibat dalam komunitas aktivis penduduk asli Amerika. Littlefeather lahir dari ayah penduduk asli Amerika (Apache dan Yaqui) dan ibu seorang kulit putih.

Baca Juga

Aksi Littlefeather di upacara Oscar 1973 diakui sangat berani. Itu bermula ketika aktor Marlon Brando diumumkan meraih Oscar untuk kategori Best Actor dari perannya sebagai Vito Corleone dalam The Godfather.

Alih-alih menerimanya dengan bangga, Brando malah menolak penghargaan Oscar dan mengirim Littlefeather untuk naik ke podium menggantikan dirinya. Penampilan Littlefeather saat itu betul-betul mengejutkan peserta lain yang hadir di upacara bergengsi Hollywood.

Littlefeather memulai pidatonya dengan memperkenalkan diri dan menjelaskan bahwa dia mewakili Brando sebagai aktor Godfather.

"Brando tidak mau menerima penghargaan bergengsi ini sebagai bentuk protes atas perlakuan industri film dan televisi terhadap orang Indian Amerika serta karena kejadian belum lama ini di Wounded Knee," kata Littlefeather yang saat itu masih berusia 26 tahun, merujuk pada Wounded Knee Occupation pada 1973.

"Saya berharap kehadiran saya di sini tidak mengganggu malam kalian, dan di masa depan kita dan memiliki pemahaman yang sama di bawah naungan kasih dan kemurahan hati," kata dia, seperti dilansir Fox News, Selasa (4/10/2022).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA