Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Pasukan Gabungan Eropa Bahasa Keamanan Jaringan Pipa dan Kabel Bawah Laut

Selasa 04 Oct 2022 09:37 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

 Dalam gambar ini disediakan oleh Penjaga Pantai Swedia, rilis kecil dari Nord Stream 2 terlihat, Rabu, 28 September 2022. Kebocoran keempat pada pipa Nord Stream telah dilaporkan di Swedia selatan. Sebelumnya, tiga kebocoran telah dilaporkan pada dua pipa bawah laut yang mengalir dari Rusia ke Jerman.

Dalam gambar ini disediakan oleh Penjaga Pantai Swedia, rilis kecil dari Nord Stream 2 terlihat, Rabu, 28 September 2022. Kebocoran keempat pada pipa Nord Stream telah dilaporkan di Swedia selatan. Sebelumnya, tiga kebocoran telah dilaporkan pada dua pipa bawah laut yang mengalir dari Rusia ke Jerman.

Foto: Penjaga Pantai Swedia melalui AP
Pasukan tersebut menyatukan pasukan dari 10 negara demi keamanan jaringan pipa gas

REPUBLIKA.CO.ID, BIRMINGHAM -- Kelompok Pasukan Ekspedisi Gabungan negara-negara Eropa utara bertemu pada Senin (3/10/2022) membahas keamanan jaringan pipa dan kabel bawah laut setelah ledakan menghancurkan dua pipa gas alam di Laut Baltik.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan, pertemuan virtual tersebut telah diagendakan oleh Inggris dan Belanda. Pasukan tersebut menyatukan pasukan dari 10 negara, termasuk negara-negara Baltik dan Nordik, dan kepentingannya meningkat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari.

Baca Juga

Menurut Wallace, Inggris akan mengerahkan dua kapal spesialis untuk melindungi kabel dan pipa bawah laut. Kapal survei multi-peran untuk peperangan dasar laut pertama yang beroperasi pada akhir tahun depan.

Ledakan bawah laut yang merusak jalur pipa Nord Stream 1 dan 2 pada pekan lalu telah menyebabkan kebocoran metana yang sangat besar. Penyelidik Nordik mengatakan, ledakan itu melibatkan beberapa ratus pon bahan peledak. Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Barat menyabotase jaringan pipa yang dibangun Rusia, tuduhan yang dibantah keras oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

Inggris belum secara resmi menyalahkan siapa pun atas ledakan itu, tetapi Wallace mengatakan kepada konferensi tahunan Partai Konservatif, bahwa reaksi Putin lebih luas dari sekadar Ukraina. "Jangkauannya semakin jauh. Pekan ini, kami melihat kerusakan 'misterius' yang ditimbulkan pada jaringan pipa Nord Stream. Dan itu harus mengingatkan kita semua betapa rapuhnya ekonomi dan infrastruktur kita terhadap serangan hibrida semacam itu," ujarnya.

Inggris telah menjadi kontributor utama bantuan militer ke Ukraina. Wallace mengatakan, Inggris akan melatih 20 ribu hingga 30 ribu tentara Ukraina di Inggris, selain 10 ribu yang telah dilatih tahun ini.

Selain itu, Wallace mengatakan, Inggris tidak berusaha untuk menyingkirkan Putin sebagai pemimpin Rusia. “Kami tidak dalam bisnis perubahan rezim,” katanya.

Tapi, Wallace juga menyatakan Putin tidak mungkin meredakan konflik. “Saya tidak berpikir dia akan mengambil jalan keluar,” ujarnya.

sumber : AP
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA