Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

IMF: 20 Negara Butuh Bantuan Darurat Atasi Krisis Pangan

Selasa 04 Oct 2022 03:40 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kunjungan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva. Dana Moneter Internasional (IMF) pada Senin (3/10) mengatakan, 20 negara memerlukan bantuan darurat untuk mengatasi krisis pangan global. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, mengatakan, 141 juta orang di seluruh dunia Arab terkena kerawanan pangan.

Kunjungan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva. Dana Moneter Internasional (IMF) pada Senin (3/10) mengatakan, 20 negara memerlukan bantuan darurat untuk mengatasi krisis pangan global. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, mengatakan, 141 juta orang di seluruh dunia Arab terkena kerawanan pangan.

Foto: istimewa
Direktur Pelaksana IMF menyebut saat ini ada 48 negara terkena krisis pangan

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Dana Moneter Internasional (IMF) pada Senin (3/10) mengatakan, 20 negara memerlukan bantuan darurat untuk mengatasi krisis pangan global. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, mengatakan, 141 juta orang di seluruh dunia Arab terkena kerawanan pangan.

IMF pada Jumat (30/9) menyetujui jendela pinjaman pangan baru di bawah instrumen pembiayaan darurat untuk membantu negara-negara rentan mengatasi kekurangan pangan, dan biaya tinggi akibat perang Rusia di Ukraina. Georgieva mengatakan bahwa 48 negara di seluruh dunia secara khusus terkena krisis pangan.

"Dari 48 negara, sekitar 10-20 kemungkinan akan meminta (bantuan darurat)," kata Georgieva.

Georgieva menambahkan, sebagian besar negara yang mengalami kerawanan pangan akut terdapat di sub-Sahran Afrika. IMF menyerukan untuk memerangi pembatasan perdagangan makanan. IMF juga berencana untuk mendanai program pangan menggunakan alokasi Hak Penarikan Khusus (SDR) tahun lalu.  

Negara-negara di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya telah melangkah untuk mendukung negara-negara yang memerangi lonjakan inflasi pangan. Inflasi diperparah oleh perkembangan geopolitik dan meningkatnya risiko resesi global.

Georgieva mengatakan, negara-negara Teluk Arab berencana untuk membuat janji lebih lanjut menyusul pengumuman Kelompok Koordinasi Arab tentang dana awal untuk meringankan krisis pasokan pangan global sekitar 10 miliar dolar AS.  IMF dan Arab Saudi pada Senin menandatangani perjanjian untuk mendirikan kantor perwakilan regional IMF di Riyadh. Direktur Geopolitik dan Keamanan di Azure Strategy yang berbasis di London, Alice Gower, mengatakan, memastikan stabilitas sosial melalui penyediaan bahan makanan dasar yang memadai merupakan prioritas. Menurutnya, bahan pokok seperti gandum, beras dan lentil berisiko tidak dapat diakses oleh masyarakat miskin pangan di seluruh wilayah.

"Keinginan untuk stabilitas regional telah meningkatkan investasi dari negara-negara seperti Arab Saudi dan UEA di negara-negara yang berada di bawah tekanan keuangan," ujar Gower.

sumber : Reuters
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA