Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Jokowi Ingatkan Semua Pihak Waspadai Kondisi Ekonomi Global yang Gelap Tahun Depan

Selasa 04 Oct 2022 03:53 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (ketiga kanan), Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert C. Grijns (kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keempat kiri), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kedua kanan), CEO Orbia Sameer S. Bharadwaj (ketiga kiri), President Orbia Building and Infrastructure (Wavin) Maarten Roef (kedua kiri), dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (keempat kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai peresmian pembangunan pabrik produksi baru industri pipa Wavin di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (3/10/2022). Dalam kunjungan itu, presiden meresmikan pembangunan industri pipa dan fitting Wavin dengan luas lahan 20 hektar yang nantinya menyerap tenaga kerja sebanyak 150-250 orang pekerja.

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (ketiga kanan), Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert C. Grijns (kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keempat kiri), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kedua kanan), CEO Orbia Sameer S. Bharadwaj (ketiga kiri), President Orbia Building and Infrastructure (Wavin) Maarten Roef (kedua kiri), dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (keempat kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai peresmian pembangunan pabrik produksi baru industri pipa Wavin di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (3/10/2022). Dalam kunjungan itu, presiden meresmikan pembangunan industri pipa dan fitting Wavin dengan luas lahan 20 hektar yang nantinya menyerap tenaga kerja sebanyak 150-250 orang pekerja.

Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Jokowi mengingatkan agar Indonesia bersiap diri menghadapi tantangan ekonomi global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati dan mewaspadai kondisi ekonomi global yang akan semakin gelap pada tahun depan. Ia mengatakan, semua lembaga internasional pun sudah menyampaikan peringatannya terkait kondisi ekonomi dunia mendatang sehingga dapat diwaspadai oleh semua negara.  

“Ekonomi dunia tahun depan memang semua lembaga-lembaga internasional menyampaikan dalam posisi yang tidak baik, dalam posisi yang lebih gelap,” kata Jokowi usai melakukan groundbreaking pabrik pipa di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (3/10/2022).

Baca Juga

Meskipun perekonomian nasional tumbuh 5,44 persen di kuartal kedua 2022, Jokowi mengingatkan agar Indonesia bersiap diri menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

“Kita harus hati-hati, kita harus waspada meskipun ekonomi kita tumbuh 5,44 persen itu adalah sangat baik dibandingkan dengan negara-negara lain, tapi kita tetap harus hati-hati harus waspada dan selalu bersiap-siap dalam posisi badai apa pun. Harus siap ya,” ujarnya.

Peringatan Jokowi soal ketidakpastian global yang semakin tinggi ini sudah berulang kali disampaikan di berbagai acara. Pada pagi tadi saat peluncuran gerakan kemitraan inklusif untuk UMKM naik kelas di gedung SMESCO, Jakarta, Jokowi juga mengingatkan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 saat ini masih belum kembali normal.

Bahkan, ia menyebut ekonomi dunia justru semakin menghadapi kondisi yang tidak baik. Selain karena pandemi Covid-19, kondisi perekonomian global ini juga terdampak perang di Ukraina serta terjadinya berbagai krisis, baik pangan, energi, maupun finansial.

“Tetapi yang kita lihat ini dunia, pemulihan ekonomi pasca pandemi memang belum pada kembali normal, tetapi justru semakin tidak baik. Karena selain pandemi, ditambah lagi karena adanya perang di Ukraina,” jelas Jokowi.

Jokowi mengatakan, ketidakpastian global pun semakin tinggi. Seluruh negara saat ini berada pada posisi yang sulit, termasuk negara-negara maju. Namun demikian, ia bersyukur, ekonomi nasional justru bisa tumbuh di kuartal kedua 2022 sebesar 5,44 persen. Jokowi pun meyakini, di kuartal ketiga nanti ekonomi nasional masih bisa tumbuh di atas kuartal kedua.

“Alhamdulilah, negara kita Indonesia di kuartal kedua tahun 2022 ini tadi sudah disampaikan oleh pak Ketua Kadin masih bisa tumbuh 5,44 persen. Saya masih meyakini di kuartal ketiga kita masih bisa tumbuh di atas angka tadi,” kata Jokowi.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA