Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Sejumlah Desa di Tulungagung Dilanda Banjir Bandang

Senin 03 Oct 2022 22:34 WIB

Red: Nur Aini

Lahan padi terendam banjir di Tulungagung. ilustrasi. Sejumlah desa di wilayah Tulungagung selatan dilanda banjir bandang akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Ahad (2/10/2022) malam.

Lahan padi terendam banjir di Tulungagung. ilustrasi. Sejumlah desa di wilayah Tulungagung selatan dilanda banjir bandang akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Ahad (2/10/2022) malam.

Foto: Antara
Banjir di Tulungagung menyebabkan banyak lahan pertanian terendam

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG -- Sejumlah desa di wilayah Tulungagung selatan dilanda banjir bandang akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Ahad (2/10/2022) malam.

"Selain banjir bandang, longsor juga terjadi di beberapa kecamatan di Tulungagung bagian barat dan selatan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung Robinson Nadeak di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (3/10/2022).

Baca Juga

Tidak ada korban jiwa dalam serangkaian kejadian banjir dan longsor yang terjadi sejak tiga hari terakhir tersebut. Namun banjir akibat luapan aliran sungai di sekitar lokasi bencana menyebabkan beberapa titik akses jalan terendam dan arus lalu lintas terputus.

Banjir juga menyebabkan banyak lahan pertanian terendam dan memaksa petani melakukan panen dini.

"(longsor) kemarin ada di Pagerwojo, hari ini di Neyama Besuki dan Tanggunggunung. Untuk banjir di wilayah selatan," kata Robinson.

Wilayah selatan yang menjadi langganan banjir adalah Besole, Ngentrong, Campurdarat, dan Gamping. Menurut Robinson, banjir dipicu oleh vegetasi hutan yang sudah mulai berkurang, sehingga tidak mampu menyerap air hujan.

Selain itu, hujan yang turun semalam dirasa cukup deras dan lama.

"Kondisi geografis wilayah yang bekas rawa, dan drainase juga butuh normalisasi," ujarnya.

Untuk mencegah banjir berulang, Robinson mengatakan ada rencana jangka pendek dan jangka panjang. Rencana jangka pendek adalah dengan normalisasi saluran air sehingga bisa menampung air hujan.

Sedangkan, rencana jangka panjang dengan melakukan reboisasi pada area hutan yang gundul.

"Untuk kerugian saat ini masih hitung," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA