Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Berpartisipasi dalam ISEF 2022, BPKH dan BI Gelar Konferensi Haji Internasional

Senin 03 Oct 2022 21:35 WIB

Red: Budi Raharjo

Berkolaborasi dengan Bank Indonesia, BPKH akan menggelar Konferensi Haji Internasional (International Hajj Conference) sebagai bagian dari rangkaian ISEF 2022 yang akan dilaksanakan pada 7 Oktober 2022.

Berkolaborasi dengan Bank Indonesia, BPKH akan menggelar Konferensi Haji Internasional (International Hajj Conference) sebagai bagian dari rangkaian ISEF 2022 yang akan dilaksanakan pada 7 Oktober 2022.

Foto: Istimewa
ISEF telah menjadi ajang yang diperhitungkan dalam kalender acara eksyar dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali berpartisipasi dalam Indonesia Sharia Economic Forum (ISEF) 2022. Berkolaborasi dengan Bank Indonesia, BPKH akan menggelar Konferensi Haji Internasional (International Hajj Conference) sebagai bagian dari rangkaian ISEF 2022 yang akan dilaksanakan pada 7 Oktober 2022. 

Sekretaris Badan BPKH Emir Rio Krishna menjelaskan Konferensi Haji Internasional 2022 ini akan membahas tema Digitalisasi dan Inklusivitas dalam Ekosistem Haji. “Tema tersebut akan dibahas dengan mengundang keynote speaker dan panelis dari berbagai instansi pemerintah, lembaga keuangan, dan praktisi bisnis dari dalam dan luar negeri,” jelas Emir. 

ISEF merupakan acara tahunan terbesar di Indonesia yang menjadi wadah integrasi berbagai kegiatan di sektor ekonomi dan keuangan syariah (eksyar). ISEF dalam perjalanannya berevolusi dari kegiatan yang berskala nasional menjadi kegiatan berskala internasional dimana sejak 2019 BPKH turut berpartisipasi melalui Seminar Internasional. ISEF sendiri telah menjadi ajang yang diperhitungkan dalam kalender acara eksyar dunia. 

Gelaran ISEF ke-9 tahun 2022 akan diselenggarakan pada 5-9 Oktober secara hibrid dengan tema Recover Together Recover Stronger: Optimizing Sharia Economy and Finance for Inclusive Recovery, sejalan dengan tema Presidensi G20 Indonesia. 

Lebih lanjut Emir Rio Krishna menjelaskan kemajuan teknologi telah membawa dampak yang signifikan di berbagai sektor. Melalui transformasi digital, banyak orang mendapatkan manfaat dari peningkatan layanan di berbagai sektor. Dalam ekosistem haji, ada tren yang muncul dari transformasi digital tersebut. 

Selain itu, Kerajaan Arab Saudi saat ini sedang mengembangkan sistem registrasi digital bagi jamaah haji yang ingin menunaikan ibadah haji. Ini akan membawa perubahan dalam cara prosedur pendaftaran yang harus dilakukan jamaah. 

“BPKH juga telah menerapkan digitalisasi dalam pengelolaan dana haji, di mana manfaat dana haji didistribusikan kepada jamaah melalui virtual account. Hal ini telah mendorong inklusivitas layanan keuangan kepada jamaah haji dan mewujudkan akuntabilitas pengelolaan dana haji,” terang Emir. 

Kegiatan Konferensi Haji Internasional akan diselenggarakan pada Jum’at 7 Oktober 2022 jam 09.00 hingga 16.00 secara hibrid melalui zoom dan Youtube BPKH serta langsung di Jakarta Convention Center. 

Konferensi Haji Internasional akan menyajikan dua panel diskusi. Untuk panel diskusi pertama akan diisi oleh lima panelis yaitu Direktur Jenderal Haji dan Umrah Kementerian Agama Prof Hilman Latief, CEO National Hajj Commission of Nigeria Alhaji Zikrullah Kunie Hassan, Anggota Badan Pelaksana BPKH Dr Benny Witjaksono, dan Direktur Bank Muamalat Purnomo B Soetadi. Diskusi panel pertama akan dipandu oleh anggota Badan Pengawas BPKH Dr M Akhyar Adnan. 

Untuk panel diskusi kedua akan diisi juga oleh lima panelis yaitu Chairman of Hajj Committee of India AP Abdulla Kutty, Executive Manager of Belad Al-Haramain for Umrah Shakir Ahmed Hameed Alhuthali, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab, Deputi Investasi Surat Berharga, Emas, Teknologi Informasi, Pengadaan dan Umum BPKH Dr Indra Gunawan. Lalu Direktur Bisnis Bank Jabar Banten Syariah Koko Tjatur Rachmadi, dan Sekretaris Jenderal Forum Sathu (Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Haji dan Umrah) H Muharrom Ahmad. Diskusi panel kedua akan dipandu oleh Direktur Komite National Ekonomi dan Keuangan Syariah Dr Sutan Emir. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA