Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Epidemiolog: Akhiri Pandemi dengan Vaksinasi dan Perubahan Perilaku

Senin 03 Oct 2022 19:38 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda

Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, pemerintah segera menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.  (ilustrasi).

Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, pemerintah segera menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir. (ilustrasi).

Foto: www.pixabay.com
Angka kematian akibat virus Covid-19 masih menghantui kelompok rawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, pemerintah segera menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir. Menurut Dicky, membaiknya situasi pandemi Covid-19 dapat dilihat dari penurunan kasus harian, kasus aktif, hingga kasus meninggal.

Berdasarkan data satgas Covid-19, pada Senin (3/10/2022), tercatat tambahan kasus sebanyak 1.134 orang. Untuk jumlah pasien sembuh dari Corona pada Senin juga dilaporkan bertambah sebanyak 2.263 orang. Sementara tambahan kasus kematian akibat Corona sebanyak 11 kasus.

Baca Juga

“Ada kabar baik akhir pandemi ini semakin dekat, iya ya. Bahwa dengan indikator semakin menurunnya kasus yang secara global dan kita bisa melakukan pemulihan dengan vaksinasi dan perubahan perilaku," katanya kepada Republika, Senin (3/10/2022).

Namun, Dicky juga mengingatkan jumlah kasus Covid-19 di dunia saat ini masih terbilang tinggi dibandingkan jumlah flu biasa. Selain itu, angka kematian karena Covid-19 juga masih tinggi.

“Artinya bahwa akhir pandemi ini sudah semakin optimistis kita akan tercapai, ya memang. Apalagi dengan modal vaksinasi, imunitas yang terbangun khususnya di 3 atau 4 dosis yang sudah misalnya sudah diraih secara nasional,” ucapnya.

Karena, pada faktanya virus Covid-19 masih ada dan menginfeksi. Bahkan, virus tersebut juga bisa bergejala dan bisa akan sangat serius terutama pada kelompok rawan, memiliki komorbid, lansia dan mereka yang belum mendapatkan booster.

Tak hanya itu, angka kematian akibat virus ini juga masih menghantui kelompok rawan. Sehingga, meskipun saat ini tren kasus sudah jauh menurun dengan modal imunitas yang ada, namun Indonesia masih belum mencapai garis finish.

"Meskipun ujung atau akhir pandemi sudah terlihat, tapi kita belum mencapai finish itu ya, garis finish yang belum kita capai sehingga kita harus konsisten dalam upaya kita untuk mencegah potensi timbulnya varian atau sub varian super yang bisa mengubah atau membalik keadaan gitu, dengan cara apa? Ya konsistensi dalam intervensi,” ujar Dicky.

Dicky mengingatkan bahwa cakupan vaksinasi yang tinggi menjadi modal utama untuk menghadapi pandemi. Sayangnya, hingga kini cakupan vaksinasi booster di Indonesia masih belum mencapai target.

"Bicara target ya tentu masih belum memadai, belum memadai karena tiga dosis ini harusnya di atas 90 persen yang sudah dicapai," ujar dia.

Satu hal yang mesti diingat, sambung Dicky, pandemi Covid-19 adalah masalah global. Sehingga butuh kolaborasi global untuk menutup potensi lahirnya varian yang lebih merugikan.

"Dan untuk menutup potensi lahirnya varian yang lebih merugikan maka sembari menuju akhir pandemi ini kita harus terus jaga ya konsistensi dalam terutama ya 5M dan vaksinasi,” ujar dia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, Presiden Jokowi memintanya untuk berkonsultasi dengan Dirjen WHO terkait kemungkinan pandemi Covid-19 segera berakhir. Meskipun belum dinyatakan berakhir, ia mengatakan, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan pelonggaran pengetatan protokol kesehatan.

“Pak Presiden meminta saya untuk berkonsultasi dengan Dirjen WHO. Kalau ada kebijakan-kebijakan lokal mengenai pengurangan pengetatan dari prokes bisa dilakukan,” kata Menkes di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Namun, ia menyampaikan, keputusan mengenai berakhirnya pandemi Covid-19 tetap berada di tangan WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia. WHO nantinya akan memberikan pengumuman secara resmi jika pandemi memang sudah dicabut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA