Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Siswa SD Banyak Gunakan HP, Pemkot Sukabumi Gencarkan Digital Parenting

Selasa 04 Oct 2022 01:06 WIB

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad

Fenomena anak sekolah dasar (SD) yang sudah memegang handphone (HP) dan menggunakan internet menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sebab penggunaan internet ini harus dipantau agar digunakan untuk hal positif.

Fenomena anak sekolah dasar (SD) yang sudah memegang handphone (HP) dan menggunakan internet menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sebab penggunaan internet ini harus dipantau agar digunakan untuk hal positif.

Foto: istimewa
, Penggunaan internet usia 13 hingga 18 tahun cukup tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Fenomena anak sekolah dasar (SD) yang sudah memegang handphone (HP) dan menggunakan internet menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sebab penggunaan internet ini harus dipantau agar digunakan untuk hal positif.

Semangat ini mengemuka dalam acara Literasi Digital dengan tema "Parenting Digital" pola asuh anak di era digital oleh Jawara Internet Sehat Provinsi Jabar dan Relawan TIK di Ruang Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Kota Sukabumi, Senin (3/10/2022). Kegiatan ini juga didukung Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMMI dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi.

Baca Juga

'' Semangatnya kolabroasi antara pemda dan perguruan tinggi dan relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam menghadapi perkembangan teknologi,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi yang hadir dalam momen tersebut. Khususnya edukasi kepada warga terutama ibu-ibu, dalam rangka digital parenting.

Dari data yang dimiliki lanjut Fahmi, penggunaan internet usia 13 hingga 18 tahun cukup tinggi. Padahal rentang usia itu rentan ketika tidak ada pengawasan dari orangtua.

Sehingga digital parenting penting. Oleh karenanya sosialisasi edukasi terus dilakukan perguruan tinggi agar menjaga anak sehat dari penggunaan internet.

Acara ini kata Fahmi, dapat mendorong mengamankan generasi muda menggunakan internet dengan sehat. '' Gubernur Jabar menyampaikan saat ini ada tiga badai yakni pandemi, teknologi dan global warming,'' ujar dia. Salah satunya teknologi yang harus diwaspadai perkembangannya.

Terlebih, orang Indonesia paling lekat dengan media sosial. Hal ini karena tidak bisa lepas dari gadget dan penggunaan internet otang Indonesia rata-rata sekitar 7 jam 53 menit per harinya.

Namun,yang membedakan apa yang dicarinya di internat apakah produktif atau tidak. Fahmi mengatakan, target pada 2045 Indonesia emas dan masuk 4 besar G20.

Upayanya dengan menyiapkan SDM dan tidak ada yang bisa menolak teknologi yang dimanfaatkan untuk hal positif karena semua terdigitalisasi. Sehingga peran orangtua, guru, dan elemen lainnya sangat penting

'' Kegiatan ini dalam rangka mengamankan generasi muda bagaimana jadi melek teknologi dan orangtua dan guru menjaga anak anaknya,'' kata Fahmi. Harapannya anak menggunakan internet yang sehat dan jadikan Sukabumi smart city dan tetap sehat dalam penggunaan internet.

Rektor UMMI Sakti Alamsyah mengatakan, siswa SD sekarang sudah memegang internet dan HP karena belajar berbasis teknologi. '' Kalau tidak diarahkan maka dalam penggunaan itu begitu bebas,'' cetus dia.

Sehingga lanjut Sakti, apa yang disampaikan wali kota benar bahwa pelajar SD sudah menggunakan internet dalam waktu lama. Maka calon guru SD harus menguasai pendidikan berbasis IT dalam melayani kebutuhan siswa di lapangan.

Kepala Diskominfo Kota Sukabumi Rahmat Sukandar menambahkan, literasi digital dalam pola asuh anak di era digital ini sangat penting. Harapannya anak menjadi terawasi dengam baik karena menggunakan internet dengan sehat.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA