Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Hujan Lebat Diprediksi Guyur India dan Ancam Tanaman Pangan

Selasa 04 Oct 2022 00:29 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Sebuah peternakan kincir angin bekerja saat matahari terbenam di distrik Anantapur, Andhra Pradesh, India, Rabu, 14 September 2022. India kemungkinan akan menerima curah hujan di atas rata-rata pada Oktober.

Sebuah peternakan kincir angin bekerja saat matahari terbenam di distrik Anantapur, Andhra Pradesh, India, Rabu, 14 September 2022. India kemungkinan akan menerima curah hujan di atas rata-rata pada Oktober.

Foto: AP Photo/Rafiq Maqbool
Hujan lebat pada Oktober dapat merusak tanaman pangan seperti beras dan kedelai.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India kemungkinan akan menerima curah hujan di atas rata-rata pada Oktober. Direktur Jenderal Departemen Meteorologi India, Mrutyunjay Mohapatra, mengatakan, curah hujan tinggi menimbulkan risiko bagi tanaman yang ditanam di musim panas seperti beras dan gandum.

Mohapatra mengatakan, curah hujan bulanan diperkirakan mencapai 115 persen dari rata-rata jangka panjang.

Baca Juga

Hujan lebat pada Oktober dapat merusak tanaman pangan seperti beras, kacang-kacangan, kapas dan kedelai. Hujan deras juga dapat menunda penanaman gandum di beberapa negara bagian India.

Sedikit hujan di India timur dan utara pada paruh pertama musim monsun Juni-September telah berdampak penanaman padi. Hal ini memaksa pemerintah untuk memotong perkiraan produksi dan membatasi ekspor untuk memastikan pasokan yang memadai bagi penduduk. Pembatasan itu dilakukan menyusul larangan penjualan gandum ke luar negeri setelah kenaikan suhu pada Maret dan April, sehingga membuat panen menyusut.

Hujan monsun tidak merata di wilayah Bihar, Jharkhand, Uttar Pradesh dan sebagian Benggala Barat, yang merupakan penghasil beras utama di India. Hujan musim panas secara keseluruhan naik 6 persen dari rata-rata selama musim empat bulan, karena wilayah tengah dan selatan menerima hujan deras.  

India semakin sering mengalami hujan monsun yang tidak merata, sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang hasil pangan. Selain itu, hujan juga semakin deras selama akhir musim.

"Tahun ini, monsun bisa berlangsung lebih lama dari biasanya, terutama di India utara," kata Mohapatra.

Monsun yang lebih lama cenderung membantu tanaman musim dingin, karena tanah menjadi lembab dan mengisi kembali reservoir. Sementara hujan lebat yang luar biasa menghambat kegiatan pertanian. 

“Tanaman sedang bersiap-siap untuk panen dan mereka membutuhkan cuaca kering. Curah hujan yang berlebihan dapat merusak tanaman, terutama padi di Uttar Pradesh, Bihar dan Benggala Barat," kata seorang pedagang yang berbasis di New Delhi dengan sebuah perusahaan perdagangan global.

Dalam beberapa minggu setelah panen padi, jutaan petani India mulai menanam gandum pada Oktober.  Petani memanen tanaman gandum pada bulan Maret dan April.

Hujan monsun sangat penting bagi ekonomi India yang bergantung pada pertanian, karena hampir setengah dari lahan pertanian negara itu tidak memiliki irigasi.  Pertanian menyumbang 15 persen dari hampir 3 triliun dolar AS ekonomi India, dan menopang kehidupan setengah dari populasinya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA