Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Google Tangguhkan Layanan Terjemahan di China Daratan

Senin 03 Oct 2022 15:42 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Google Translate. Google Tangguhkan Layanan Terjemahan di China Daratan

Google Translate. Google Tangguhkan Layanan Terjemahan di China Daratan

Foto: Digitaltrends
Google Translate dihentikan karena penggunaan yang rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama akhir pekan, Google menangguhkan layanan terjemahannya di China Daratan sebagai bentuk mengakhiri upaya perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) untuk kembali ke pasar China.

Pengguna China Daratan yang mencoba mengakses Google Terjemahan malah diperlihatkan gambar statis dari bilah pencarian Google generik dan tautan ke domain perusahaan yang berbasis di Hong Kong. Perlu diketahui, Google di Hong Kong tidak disensor dan diblokir untuk pengguna China Daratan.

Baca Juga

Penangguhan yang mendadak berdampak pada beberapa aplikasi China yang mengandalkan Google untuk terjemahan. Pengguna melaporkan masalah dengan program seperti pembaca dokumen KOReader.

Seorang juru bicara Google mengatakan perusahaan telah menghentikan Google Translate di China Daratan karena penggunaan yang rendah. Menurut South China Morning Post, layanan Google Terjemahan China menerima 53,5 juta klik dari pengguna desktop dan seluler yang digabungkan pada Agustus. Selain itu, Google Translate secara keseluruhan menerima 719 juta klik selama periode yang sama di luar China.

Dilansir Fortune, Senin (3/10/2022), Google memperkenalkan versi aplikasi seluler China dari Google Translate sebagai terobosan ke pasar China pada 2017. Pengguna di China dapat mengunduh aplikasi tanpa menggunakan jaringan pribadi virtual untuk menghindari kontrol internet negara.

Kala itu, Google mengatakan berharap layanan tersebut akan membantu orang China Daratan menemukan dunia tanpa hambatan bahasa. Awalnya, Google menawarkan versi Google Search yang disensor kepada pengguna China Daratan pada 2006. Namun, perusahaan harus menghadapi persaingan lokal yang kuat, seperti Baidu.

Pada 2010, Google mengatakan akan mengarahkan pengguna China Daratan ke mesin pencari Hong Kong. Akan tetapi, China memblokir pencarian Google dan terus memblokir layanan Google lainnya seperti Gmail di tahun-tahun berikutnya.

Google mempertimbangkan untuk membawa produk pencarian yang disensor kembali ke China pada 2018 melalui sebuah proyek yang dilaporkan disebut Dragonfly. Berkat protes dari karyawan Google, perusahaan akhirnya menggagalkan proyek tersebut.

Google memiliki kantor di China untuk mendukung pengembang dan membantu perusahaan China menempatkan iklan Google di luar negeri. Beberapa perusahaan teknologi Barat, seperti Amazon, Airbnb, dan Yahoo, telah menutup layanan di China selama setahun terakhir.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA