Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

PBB: Serangan Bom ke Pusat Pendidikan Kabul Tewaskan 43 Orang

Senin 03 Oct 2022 13:51 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha

Pejuang Taliban berjaga-jaga di lokasi ledakan, dekat sebuah masjid, di Kabul, Afghanistan, Jumat, 23 September 2022. Sebuah ledakan terjadi di dekat sebuah masjid di ibukota Afghanistan, Kabul, pada hari Jumat, dengan polisi mengkonfirmasi adanya korban. Kolom asap hitam membubung ke langit dan tembakan terdengar beberapa menit setelah ledakan di kawasan diplomatik kota itu.

Pejuang Taliban berjaga-jaga di lokasi ledakan, dekat sebuah masjid, di Kabul, Afghanistan, Jumat, 23 September 2022. Sebuah ledakan terjadi di dekat sebuah masjid di ibukota Afghanistan, Kabul, pada hari Jumat, dengan polisi mengkonfirmasi adanya korban. Kolom asap hitam membubung ke langit dan tembakan terdengar beberapa menit setelah ledakan di kawasan diplomatik kota itu.

Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi
Anak dan remaja perempuan menjadi korban utama dalam peristiwa tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Misi Bantuan PBB di Afghanistan mengatakan, aksi serangan bom bunuh diri yang menargetkan sebuah pusat Pendidikan di kota Kabul pekan lalu menyebabkan 43 orang tewas. Anak dan remaja perempuan menjadi korban utama dalam peristiwa tersebut.

“43 tewas, 83 terluka. Anak dan remaja perempuan adalah korban utama,” kata Misi Bantuan PBB di Afghanistan lewat akun Twitter resminya, Senin (3/10/2022), dikutip laman Al Arabiya. Mereka memperkirakan jumlah korban tewas masih akan bertambah.

Baca Juga

Pada Jumat (30/9/2022) pekan lalu, seorang pengebom bunuh diri meledakkan dirinya di ruang belajar yang dipisahkan berdasarkan gender di lingkungan Dasht-e-Barchi, rumah bagi komunitas Muslim Syiah Hazara. Saat serangan berlangsung, ratusan siswa di sana tengah mengikuti ujian masuk universitas.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut. Serangan bom bunuh diri itu telah memicu aksi protes yang diorganisasikan oleh sekelompok perempuan. Demonstrasi tidak hanya berlangsung di Kabu, tapi juga beberapa kota lainnya.

Pada Sabtu (1/10/2022) lalu, sekitar 50 perempuan Afghanistan menggelar unjuk rasa di Dasht-e-Barchi untuk memprotes serangan bom bunuh diri. Dalam aksinya, mereka meneriakkan “Hentikan genosida Hazara, bukan kejahatan menjadi seorang Syiah”.

Namun otoritas Taliban membubarkan aksi unjuk rasa tersebut. Saat pembubaran berlangsung, anggota Taliban tak hanya melepaskan tembakan ke udara, tapi juga memukuli sejumlah peserta aksi.

Kelompok Hazara Afghanistan telah menghadapi penganiayaan selama beberapa dekade. Mereka pun menjadi target Taliban saat kelompok tersebut masih berusaha menggulingkan pemerintahan Afghanistan sebelumnya yang didukung Amerika Serikat (AS). Kelompok Hazara juga kerap menjadi sasaran serangan ISIS. Taliban dan ISIS sama-sama menganggap Hazara “sesat”. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA