Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

RK: Pemimpin Harus Bisa Selesaikan Masalah di Depan Mata

Senin 03 Oct 2022 12:20 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Rahmat Santosa Basarah

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama sejumlah pejabat terkait meninjau Flyover Kopo usai seremoni fungsionalisasi Flyover Kopo, di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung (1/10). Keberadaan jalan layang tersebut diharapkan dapat mengurai kemacetan di wilayah Jalan Kopo dan Jalan Soekarno Hatta.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama sejumlah pejabat terkait meninjau Flyover Kopo usai seremoni fungsionalisasi Flyover Kopo, di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung (1/10). Keberadaan jalan layang tersebut diharapkan dapat mengurai kemacetan di wilayah Jalan Kopo dan Jalan Soekarno Hatta.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Ridwan Kamil pun memaparkan sejumlah program pembangunan di Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG-- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi narasumber dalam acara Supermentor : Farewell to Gubernur Anies Baswedan on Leadership, Pengabdian dan Reformasi di Ballroom XXI Djakarta Theater, Ahad petang (2/10/2022). Ridwan Kamil pun memaparkan sejumlah program pembangunan di Jabar selama ia memimpin. Beberapa program yang dimaksud antara lain Desa Digital, One Village One Company, Petani Milenial, hingga Patriot Desa. 

Namun hal yang paling ditekankan oleh Ridwan Kamil ketika menjadi seorang pemimpin, yaitu harus bisa menyelesaikan masalah yang ada di depan mata.  "Tapi tugas pemimpin sama, menyelesaikan masalah di mana dia memimpin," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Emil mengatakan selama menjabat, titik fokus yang ia bangun adalah tentang pengembangan peradaban di sekitar 5.300 desa yang ada di Jawa Barat.  "Dulu zaman saya di Bandung bentuknya kota. Sekarang Jawa Barat, saya presentasikan isunya banyak di desa-desa," katanya. 

Dengan begitu, kata Emil gaya kepemimpinannya berbeda jika dibandingkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Makanya Pak Anis dengan Jawa Barat (Ridwan Kamil) agak beda. Karena kalau Jakarta sangat urban, kalau saya kan punya 5.000 desa yang tantangannya, logikanya sangat berbeda. Tapi apapun itu, yang penting semua indeks-indeks membaik, kemiskinan turun, pengangguran turun, ekonomi naik. Dan saya merasa saya melaksanakan tugas dengan sebaik-sebaiknya," paparnya. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA