Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Mantan PM Pakistan Dapat Jaminan Setelah Surat Perintah Penangkapan

Senin 03 Oct 2022 12:18 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

 Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Pengadilan di ibu kota Pakistan, Islamabad menyetujui jaminan untuk mantan perdana menteri Imran Khan

Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Pengadilan di ibu kota Pakistan, Islamabad menyetujui jaminan untuk mantan perdana menteri Imran Khan

Foto: AP/K.M. Chaudary
Khan telah didakwa dengan penghinaan pengadilan oleh IHC untuk aksi demo 20 Agustus.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Pengadilan di ibu kota Pakistan, Islamabad menyetujui jaminan untuk mantan perdana menteri Imran Khan, Ahad (2/10/2022). Ini dikeluarkan sehari setelah surat perintah penangkapan dikeluarkan terhadap Khan atas tuduhan dari pernyataannya ke pejabat polisi dan seorang hakim wanita yang dibuat pada aksi demo bulan lalu.

Pengadilan Tinggi Islamabad (IHC) memerintahkan Khan untuk hadir di pengadilan pada 7 Oktober. Surat perintah itu dikeluarkan setelah Khan tidak hadir untuk sidang dalam kasus tersebut di pengadilan ibu kota.

Baca Juga

Ratusan pendukung Khan dari Partai Tahreek-e-Insaf Pakistan (PTI) telah berkumpul di luar rumahnya di Islamabad. Ribuan orang juga memprotes di berbagai kota setelah surat perintah tersebut dikeluarkan.

Sementara itu, polisi Islamabad menyangkal telah mengerahkan ratusan polisi di kediaman Khan. Menurut polisi rumor bahwa pihaknya telah mengirim 300 petugas ke kediaman Khan adalah tidak berdasar.

"Menteri Dalam Negeri Pakistan Rana Sanaullah  mengatakan surat perintah penangkapan terhadap Khan adalah hal yang rutin dan bahwa tidak ada pertanyaan tentang penangkapan," lapor media lokal Dawn, dikutip Aljazirah, Senin (3/10/2022).

Khan juga telah didakwa dengan penghinaan pengadilan oleh IHC untuk aksi demo pada 20 Agustus lalu. Dalam demo itu, Khan mengancam tindakan melawan Hakim Zeba Chaudhry dan pejabat senior polisi Islamabad karena menangkap kepala stafnya Shahbaz Gill. Khan menuduh pihak berwenang menyiksa Gill dalam tahanan.

Khan yang berusia 69 tahun menyangkal bahwa dia mengancam para pejabat. Menurutnya, kata-katanya diambil di luar konteks. Pengadilan menunda proses penghinaan terhadap mantan perdana menteri setelah mengatakan dia bersedia untuk meminta maaf atas pernyataannya terhadap hakim.

Gill didakwa mencoba menghasut pemberontakan di militer Pakistan selama acara bincang-bincang TV pada Agustus. Tuduhan itu dibantah oleh PTI.

Secara terpisah bulan lalu, pengadilan yang sama juga menjatuhkan tuduhan "terorisme" terhadap mantan perdana menteri atas pernyataannya selama aksi demo Islamabad yang sama. Pemerintahan Khan digulingkan melalui mosi tidak percaya parlemen pada April. Sejak itu, Khan telah menggelar aksi demo di seluruh negeri menuntut pemilihan cepat, yang sebaliknya akan jatuh tempo akhir tahun depan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA