Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Venezuela dan AS Saling Bertukar Tahanan 

Senin 03 Oct 2022 06:13 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Seorang anak berlari melintasi bendera Venezuela, Senin (28/2/2022). Venezuela dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (1/10/2022) saling bertukar tahanan.

Seorang anak berlari melintasi bendera Venezuela, Senin (28/2/2022). Venezuela dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (1/10/2022) saling bertukar tahanan.

Foto: AP Photo/Matias Delacroix
Pertukaran tahanan jadi isyarat Venezuela untuk membangun kembali hubungan dengan AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Venezuela dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (1/10/2022) saling bertukar tahanan. Venezuela membebaskan tujuh warga Amerika Serikat (AS), sementara Washington membebaskan dua keponakan istri Presiden Venezuela Nicholas Maduro yang dipenjara atas tuduhan penyelundupan narkoba.

“Orang-orang ini akan segera dipersatukan kembali dengan keluarga mereka dan kembali ke pelukan orang yang mereka cintai,” kata Presiden Joe Biden, dilansir Aljazirah, Ahad (2/10/2022).

Baca Juga

Pertukaran tahanan merupakan isyarat Maduro untuk berupaya membangun kembali hubungan dengan AS. Kesepakatan pertukaran tahanan itu berlangsung setelah proses diplomasi diam-diam selama berbulan-bulan oleh negosiator utama Washington dan pejabat lainnya. 

Warga AS yang dibebaskan termasuk lima karyawan Citgo yang berbasis di Houston yaitu Tomeu Vadell, Jose Luis Zambrano, Alirio Zambrano, Jorge Toledo dan Jose Pereira. Pada 2017, mereka dibujuk datang ke Venezuela untuk menghadiri pertemuan di markas induk perusahaan raksasa minyak yang dikelola negara, PDVSA. Sesampainya di Venezuela, mereka ditangkap oleh agen keamanan bertopeng yang menyerbu ke ruang konferensi di Caracas.

Tahanan AS lain yang dibebaskan adalah mantan kopral Marinir AS Matthew Heath. Dia ditangkap pada 2020 di sebuah jalanan di Venezuela. Kemudian Osman Khan ditangkap pada Januari.

Sementara AS membebaskan Franqui Flores dan Efrain Campo yang merupakan keponakan istri Presiden Maduro. Mereka ditangkap di Haiti dalam operasi Drug Enforcement Administration pada 2015 dan dibawa ke New York untuk diadili. Mereka divonis pada tahun berikutnya dalam kasus yang sangat berat yang menyoroti tuduhan AS tentang perdagangan narkoba di tingkat tertinggi pemerintahan Maduro.

Setidaknya empat orang Amerika lainnya tetap ditahan di Venezuela, termasuk dua mantan anggota Green Berets yang terlibat dalam upaya menggulingkan Maduro pada 2019. Pemerintahan Biden telah berada di bawah tekanan untuk membebaskan sekitar 60 orang Amerika yang diyakini ditahan di luar negeri. 

“Kepada semua keluarga yang masih menderita dan terpisah dari orang yang mereka cintai ketahuilah bahwa kami tetap berupaya untuk mengamankan pembebasan mereka,” kata Biden. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA