Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Festival Madu Sumbar Tawarkan Aneka Rasa Madu

Ahad 02 Oct 2022 21:12 WIB

Red: Agung Sasongko

Lima jenis madu yang paling banyak dicari selama pandemi (ilustrasi).

Lima jenis madu yang paling banyak dicari selama pandemi (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Rasa madu ternyata tidak hanya manis.

REPUBLIKA.CO.ID,Festival madu Sumatera Barat yang digelar di halaman Kantor Dinas Kehutanan setempat 1-3 September 2022 menawarkan aneka ragam rasa madu lebah dan madu kelulut kepada pengunjung.

"Rasa madu ternyata tidak hanya manis, tetapi beragam. Ada yang asam, asam manis, asam manis pahit bahkan rasa unik seperti rempah," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Padang, Ahad (2/10/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan itu usai mencicipi madu lebah dan madu kelulut yang berasal dari berbagai perhutanan sosial yang ada di Sumbar. Aneka ragam rasa itu menurut Mahyeldi berpotensi untuk dikembangkan guna memenuhi selera masing-masing konsumen yang juga berbeda-beda.

Saat ini untuk mendukung para pembudidaya madu lebah dan kelulut, Pemprov Sumbar sudah mewajibkan seluruh ASN untuk rutin mengkonsumsi madu, minimal 350 ml per bulan. Madu tersebut berasal dari pembudidaya yang berada di sekitar hutan dalam skema perhutanan sosial.

"Ini memberikan efek positif timbal balik. ASN sehat karena rutin mengkonsumsi madu sementara pembudidaya juga sejahtera karena madu mereka memiliki pasar yang jelas," katanya.

Selain rasa, madu yang dipamerkan juga memiliki khasiat yang banyak. Berdasarkan pengalaman pembudidaya, madu dari kelulut memiliki citarasa asam yang baik untuk mengobati sakit lambung dan sakit maag.

Madu kelulut berdasarkan pengalaman, juga diklaim bagus untuk membantu penyembuhan penyakit yang berkaitan dengan paru-paru.

Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi mengungkapkan sebagian besar pembudidaya yang datang dalam Festival Madu Sumbar itu berasal dari kelompok tani hutan yang didorong untuk memanfaatkan kawasan hutan melalui skema perhutanan sosial.

"Dulunya mereka ada yang berprofesi sebagai penebang kayu ilegal. Sekarang kita arahkan untuk memanfaatkan kawasan hutan tanpa merusak. Salah satunya dengan beternak lebah atau kelulut," ujarnya.

Hingga saat ini Pemprov Sumbar telah membagikan sekitar 4000 kotak stup madu kelulut pada berbagai kelompok tani hutan di provinsi itu. Hal itu mendorong peningkatan produksi madu hingga mencapai satu ton per bulan.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA