Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Kota Lyman Lepas, Sekutu Putin Dorong Rusia Pakai Senjata Nuklir Berkekuatan Rendah

Ahad 02 Oct 2022 17:43 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Reiny Dwinanda

Pemimpin regional Chechnya Ramzan Kadyrov. Memurut Kadyrov, Rusia perlu mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir berkekuatan rendah dalam perang dengan Ukraina.

Pemimpin regional Chechnya Ramzan Kadyrov. Memurut Kadyrov, Rusia perlu mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir berkekuatan rendah dalam perang dengan Ukraina.

Foto: AP/Musa Sadulayev
Menurut sekutu Putin, Rusia perlu ambil opsi pakai senjata nuklir berkekuatan rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Keberhasilan pasukan Ukraina merebut kembali Kota Lyman di timur Ukraina mendorong sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan penggunaan senjata nuklir ringan. Pemimpin wilayah Chechnya, Rusia, Ramzan Kadyrov, menilai Kremlin perlu mempertimbangkan opsi tersebut.

"Menurut pendapat pribadi saya, harus ada tindakan drastis yang diambil, mulai dari menerapkan darurat militer di daerah perbatasan dan menggunakan senjata nuklir berkekuatan rendah," tulis Kadyrov di aplikasi kirim pesan Telegram, Sabtu (1/10/2022).

Baca Juga

Pejabat lainya termasuk mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyarankan Rusia mungkin perlu senjata nuklir. Tapi, seruan Kadyrov merupakan yang paling menonjol dan eksplisit.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA