Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Presiden FIFA Sampaikan Duka Atas Tragedi Kanjuruhan: Hari Kelam untuk Semua di Sepak Bola

Ahad 02 Oct 2022 16:54 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Israr Itah

 Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan duka cita mendalam pada korban tragedi Kanjuruhan di Malang.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan duka cita mendalam pada korban tragedi Kanjuruhan di Malang.

Foto: EPA-EFE/ALI HAIDER
Infantino mengatakan, dunia syok atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH — Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino menyatakan kesedihan atas tragedi kemanusiaan yang terjadi usai pertandingan Liga 1 Indonesia antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). Atas nama FIFA dan seluruh insan sepak bola dunia, Infantino mengaku berduka cita atas tragedi yang menewaskan ratusan suporter sepak bola tersebut.

“Dunia sepak bola sangat syok menyusul insiden sangat tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan,” kata Infantino, lewat laman resmi FIFA yang dikutip dari Jakarta, Ahad (2/10). Sebagai pemimpin federasi sepak bola dunia, Infantino mengaku turut sedih atas kejadian tersebut. “Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga korban dan yang kehilangan nyawa dalam insiden tragis ini,” ujar dia.

Baca Juga

Namun, Infantino pun mempertanyakan mengapa tragedi tersebut dapat terjadi. Sebab, menurut dia, peristiwa mengerikan yang menghilangkan nyawa ratusan penikmat sepak bola tersebut, tak semestinya terjadi. “Ini hari yang sangat gelap bagi kita semua yang terlibat dalam sepak bola di seluruh dunia. Sebuah tragedi yang di luar pemahaman,” ujar Infantino. 

Ia menambahkan, duka yang dialami para korban, juga dirasakan semua orang.

“Bersama FIFA dan komunitas sepak bola seluruh dunia, semua pikiran dan doa kami ada untuk semua korban. Mereka yang telah menjadi korban, dan yang terluka, bersama rakyat Indonesia, Federasi Sepak Bola Asia, Federasi Sepak Bola Indonesia, dan Liga Indonesia, tragedi ini sulit untuk kita terima,” ujar Infantino.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA