Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Berusia Lebih dari 55 Tahun, Perokok di Inggris Harus Jalani Skrining Kanker Paru

Ahad 02 Oct 2022 16:28 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Seorang pria menunjukkan hasil rontgen parunya. Kanker paru merupakan penyebab kematian terbesar kelima di Inggris.

Seorang pria menunjukkan hasil rontgen parunya. Kanker paru merupakan penyebab kematian terbesar kelima di Inggris.

Foto: Nova Wahyudi
Mantan perokok dan perokok aktif dianggap perlu jalani skrining kanker paru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ahli di Inggris menyatakan, setiap individu berusia di atas 55 tahun yang pernah merokok harus di-skrining kanker paru. The UK National Screening Committee (UKNSC) menyerukan agar pemeriksaan dilakukan di seluruh Inggris untuk membantu menemukan kasus-kasus yang mematikan.

Komite tersebut mengatakan semua mantan perokok dan individu berusia antara 55 hingga 74 tahun harus diundang ke pemeriksaan oleh petugas medis. Siapa pun yang dianggap berisiko tinggi terkena kanker paru akan ditawarkan CT scan dosis rendah.

Baca Juga

Sejauh ini, sekitar 47 ribu orang didiagnosis menderita kanker paru setiap tahun di Inggris dan 34.700 orang meninggal dunia. Di Inggris, itu adalah penyebab kematian terbesar kelima secara keseluruhan.

Program ini disambut baik oleh Direktur Eksekutif Kebijakan Cancer Research UK, Dr Ian Walker. Ia juga mendesak pemerintah di empat negara dalam kedaulatan UK (Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales) untuk meluncurkan program skrining kanker paru-paru.

"Kanker paru menyebabkan lebih banyak kematian di Inggris daripada jenis kanker lainnya, dan skrining dapat menyelamatkan nyawa dengan mendiagnosis individu pada tahap awal," kata Dr Ian Walker, seperti dilansir dari The Sun, Sabtu (1/10/2022).

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA