Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Belajar dari Kasus Lukas Enembe, Tokoh Pemuda Sarankan Calon Pejabat Papua Diseleksi Ketat

Ahad 02 Oct 2022 17:00 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Gubernur Papua Lukas Enembe. Gubernur Papua Lukas Enembe mangkir dari panggilan KPK

Gubernur Papua Lukas Enembe. Gubernur Papua Lukas Enembe mangkir dari panggilan KPK

Foto: Dok Pemprov Papua
Gubernur Papua Lukas Enembe mangkir dari panggilan KPK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rekrutmen para pemimpin yang akan menduduki jabatan-jabatan negara  di wilayah Papua ke depan disarankan  harus melalui proses screening

“Kita harus melakukan screening kepada para calon pemimpin di Papua, yaitu screening ideologi, screening penggunaan anggaran, dan screening moralitas,” ungkap Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua, Ali Kabiay, di Jayapura, Ahad (2/10/2022). 

Baca Juga

Melalui tiga tahapan screening itu, lanjut Ali, kita dapat mengetahui apakah mereka benar-benar mencintai NKRI atau tidak. 

Berikutnya, bagaimana mereka dapat menggunakan anggaran dengan baik, serta bagaimana moralitas mereka.  

“Moralitas ini berkaitan dengan ketuhanan, sehingga mereka bisa menjadi pemimpin yang amanah, dan bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Pemimpin di Papua itu tidak boleh melawan-melawan sama pemerintah pusat,” kata dia.  

Karena itu, harap Ali, Gubernur Lukas Enembe dapat menjadi tokoh panutan bagi kaum muda Papua jika dia dapat membuktikan kepada KPK bahwa dirinya tidak melakukan korupsi, tidak melawan pemerintah pusat, dan tetap  menunjukkan rasa cintanya kepada NKRI. 

“Gubernur Lukas Enembe sebagai pemimpin harus berjiwa besar karena menjadi contoh bagi rakyat yang dipimpinnya. Lukas harus bisa hadir untuk  memenuhi panggilan KPK dalam rangka penyelidikan, guna membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah,” kata Ali. 

Masih soal screening bagi para calon pemimpin Papua, menurut Ali, setelah UU Otsus direvisi dan resmi berlaku, Papua mendapatkan tambahan anggaran Dana Otsus dari Pemerintah Pusat sebesar 280 sampai 300 triliun per tahun.

Dengan dana yang besar ini, ditambah kekayaan alam Papua yang melimpah, kemajuan Tanah Papua akan sulit tertandingi daerah lain jika dikelola oleh para pemimpin yang mumpuni secara ideologi, mumpuni dalam hal tata kelola keuangan dan bermoral baik.   

Ali tak lupa mengajak warga Papua yang hingga saat ini masih tinggal di sekitar rumah kediaman Lukas Enembe untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan warga dan keamanan wilayah. 

Karena keamanan, kata Ali, menjadi faktor terpenting dalam membangun suatu daerah. Kalau keamanan bagus, investor dari luar daerah bisa datang ke Papua untuk berinvestasi. 

“Kepada para pendukung Pak Lukas, mari kita sama-sama menjaga kondusivitas daerah, dan terutama menghargai masyarakat adat Tabi selaku pemilik hak ulayat Tanah Tabi, karena wilayah Jayapura dan sekitarnya adalah milik masyarakat adat Tabi, dan masyarakat adat Tabi itu terbuka terhadap siapa saja, menerima sapa saja, namun kita harus bisa menghargai tananan masyarat yang ada di wilayah adat Tabi,” ujar dia.     

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA