Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Kapolri Terbang ke Malang Usut Tragedi Kanjuruhan 

Ahad 02 Oct 2022 13:58 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Muhammad Hafil

 Kapolri Terbang ke Malang Usut Tragedi Kanjuruhan. Foto: Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo (kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono (kiri) saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/9/2022). Dalam keterangan tersebut, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menegaskan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sudah tidak lagi menjadi anggota Polri serta resmi melakukan penahanan terhadap istrinya, Putri Candrawathi di Rutan Mabes Polri. Republika/Thoudy Badai

Kapolri Terbang ke Malang Usut Tragedi Kanjuruhan. Foto: Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo (kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono (kiri) saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/9/2022). Dalam keterangan tersebut, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menegaskan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sudah tidak lagi menjadi anggota Polri serta resmi melakukan penahanan terhadap istrinya, Putri Candrawathi di Rutan Mabes Polri. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Kapolri akan berkantor di Malang usut tragedi Kanjuruhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kapolri Listyo Sigit Prabowo akan berkantor di Malang, Jawa Timur (Jatim), Ahad (2/10/2022). Pindah lokasi kerja tersebut untuk memimpin langsung penanganan tragedi kemanusian yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Dedi Prasetyo mengatakan, tim dari Mabes Polri sudah menerjunkan tim Disaster Victim Investigation (DVI) untuk membantu penanganan korban insiden pascalaga Liga 1 2022 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya itu.

“Presiden sudah memerintahkan untuk dilakukan pengusutan. Atas perintah tersebut, hari ini Bapak Kapolri akan bertolak ke Malang,” begitu kata Irjen Dedi kepada wartawan di Jakarta, Ahad (2/10/2022). Kata Dedi, Jenderal Sigit akan berangkat ke Malang, bersama dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali. “Jika ada perkembangan lanjutan, akan disampaikan kepada masyarakat,” begitu sambung Dedi.

Baca Juga

Dedi menerangkan, ada dua prioritas yang menjadi fokus Kapolri sementara ini, dalam penanganan di Malang. Pertama kata Dedi, memastikan penanganan medis para korban. Terkait itu kata Dedi, Kapolri memerintahkan tim medis terbaik dari Polri untuk segera ambil bagian dalam penanganan korban.

“Serta melakukan mitigasi agar jumlah korban tidak semakin bertambah,” kata Dedi. Dedi menambahkan, Kapolri juga memerintahkan tim DVI Mabes Polri untuk terbang ke Malang, membantu proses identifikasi korban.

Fokus kedua, kata Dedi, yakni terkait dengan evaluasi penanganan keamanan suporter sepak bola. Kata Dedi, Kapolri bersama Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta, bersama dengan para pejabat kepolisian di Malang, serta para pejabat di pemerintahan pusat, dan daerah di Jatim akan melakukan dengar pendapat. Itu dilakukan untuk mengurai fakta kejadian, dan tindak lanjut pengusutan.

“Tentu itu semua dilakukan atas perintah Bapak Presiden, dan Pak Kapolri memastikan akan bekerja melakukan penyidikan,” ujar Dedi.

Sebanyak 129 orang tewas (data sementara) dalam insiden pascapertandingan antara Arema vs Persabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, Sabtu (1/10/2022). Mereka yang tewas juga termasuk perempuan, dan anak-anak, serta ada anggota kepolisian. Sekitar 182 lainnya juga mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Angka korban jiwa, dan luka-luka tersebut membuat tragedi di Kanjuruhan sebagai peristiwa terburuk dalam catatan sepak bola di dunia.

Belum diketahui pasti apa pangkal soal insiden tersebut. Akan tetapi dikatakan, insiden itu terjadi setelah sebagain penonton nekat turun dari tribun, dan masuk ke lapangan usai pertandingan. Aksi nekat para penonton tersebut, diikuti ratusan, bahkan ribuan suporter lainnya. Panitia lokal yang tak sanggup melakukan antisipasi, mengandalkan satuan pengamanan dari kepolisian untuk membubarkan massa suporter yang tumpah ke tengah lapangan. 

Kepolisian melakukan pembubaran paksa massa di tengah lapangan dengan melakukan pemukulan, dan serangan gas air mata. Akan tetapi sebagian massa suporter melakukan perlawanan. Pengamanan dari kepolisian pun tetap meminta agar massa keluar lapangan dengan melakukan pengejaran, dan tembakan gas air mata. Upaya tersebut membuat massa panik dan berusaha keluar dari stadion. Akan tetapi berjubalnya massa, membuat para suporter tak dapat keluar stadion. Sementara kepolisian tetap melalukan tembakan gas air mata, dan pemukulan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA