Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Ketua Umum PAN Minta Liga 1 Dievaluasi Besar-Besaran

Ahad 02 Oct 2022 13:55 WIB

Red: Joko Sadewo

Suporter sepak bola mengevakuasi seorang anak saat bentrokan terjadi di Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, Indonesia.

Suporter sepak bola mengevakuasi seorang anak saat bentrokan terjadi di Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, Indonesia.

Foto: H. PRABOWO/EPA
Liga 1 diminta dihentikan sementara dan dievaluasi besar-besaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyusul tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, meminta dilakukan evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan Liga 1.

“Ini tragedi kemanusiaan. Pukulan telak untuk kita semua. Hari yang kelam dalam sejarah olahraga Indonesia. Saya dan keluarga besar PAN berduka atas jatuhnya lebih dari 182 korban jiwa,” kata Zulkifli Hasan dalam siaran pers, Ahad (2/10/2022). Politikus yang biasa disapa Zulhas ini menyebut, peristiwa tersebut sebagai tragedi olahraga terbesar yang pernah terjadi di Indonesia.

Zulhas yang juga Menteri Perdagangan RI  menyoroti penyelenggaraan Liga 1 yang harus dievaluasi kembali. “Saya minta agar dihentikan sementara, dievaluasi besar-besaran. 1 nyawa saja sangat berharga, ini lebih dari 129 korban jiwa, sepakbola tidak setara dengan berharganya nyawa rakyat Indonesia. Tolong dievaluasi menyeluruh," paparnya.

Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai pertandingan antara Arema FC dan Persebaya menjadi perhatian nasional bahkan publik dunia. Kisruh yang terjadi di lapangan pasca pertandingan diperburuk oleh penanganan keamanan oleh aparat kepolisian. Penembakan gas air mata ke arah tribun penonton dianggap menyalahi prosedur yang telah ditetapkan FIFA.

“Semua yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Usut sampai tuntas. Apalagi ada indikasi pelanggaran prosedur. Panpel, PSSI, aparat kepolisian, semua pihak harus diusut sampai tuntas. Ini tragedi kemanusiaan. Tidak semestinya terjadi,” Kata Zulhas.

Pada kesempatan yang sama Zulhas juga menghimbau agar semua pihak mengambil pelajaran dari peristiwa nahas ini. “Olahraga itu untuk membangun sportivitas, solidaritas, persatuan. Ini semangatnya. Suporter harus belajar memberikan dukungan secara sportif, penyelenggara event olahraga harus profesional dan menempatkan aspek keselamatan dan keamanan sebagai yang utama. Aparat berwajib harus belajar pengamanan dalam industri olahraga berskala besar,” ungkapnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA