Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Israel Serang 15 Masjid di Tepi Barat

Sabtu 01 Oct 2022 17:52 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Agung Sasongko

Seorang warga Palestina duduk di luar masjid yang dibakar warga Yahudi di Tepi Barat, Nablus, Rabu (7/12).

Seorang warga Palestina duduk di luar masjid yang dibakar warga Yahudi di Tepi Barat, Nablus, Rabu (7/12).

Foto: AP/Nasser Ishtayeh
Otoritas Palestina mengecam perluasan permukiman ilegal Israel di wilayah Tepi Barat.

REPUBLIKA.CO.ID,RAMALLAH -- Menteri Wakaf dan Urusan Agama Palestina, Hatem Al-Bakri mengatakan dalam sebuah pernyataan, Pasukan pendudukan Israel dan pemukim Yahudi sayap kanan telah menyerang 15 masjid semenjak awal tahun.

Dilansir dari laman Middle east Monitor pada Sabtu (1/10), Bakri menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut datang sebagai bagian dari kebijakan pendudukan. Hal ini bertujuan untuk membiarkan para pemukim melakukan agresi tanpa batasan, yang dapat mendorong wilayah tersebut ke dalam perang agama.

Baca Juga

Pada 2021, Otoritas Palestina mendokumentasikan serangan terhadap lebih dari sepuluh masjid di Tepi Barat. Hal itu terjadi di samping puluhan lainnya yang dihasilkan dari agresi Israel di Jalur Gaza.

Di samping itu, bulan lalu Otoritas Palestina mengecam perluasan permukiman ilegal Israel di wilayah Tepi Barat. Menurutnya, proyek tersebut akan semakin menyulitkan realisasi solusi dua negara.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Palestina menyoroti proyek pembangunan permukiman baru Israel di kota Sinjil yang terletak di utara Ramallah.

Palestina kembali menekankan, keleluasaan Israel memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat tak terlepas dari lemahnya respons internasional atas pelanggaran tersebut. Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) juga memberikan perlindungan kepada Tel Aviv. Palestina menilai, faktor-faktor tersebut bisa menutup pintu bagi solusi politik untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA