Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Kasus Sambo, Mantan Kasat Reskrim Polrestro Jaksel Ajukan Banding

Sabtu 01 Oct 2022 09:10 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, mantan kasat reskrim Polrestro Jaksel mengajukan banding karena dijatuhi demosi 8 tahun.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, mantan kasat reskrim Polrestro Jaksel mengajukan banding karena dijatuhi demosi 8 tahun.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Dijatuhi demosi 8 tahun, mantan kasat reskrim Polrestro Jaksel mengajukan banding.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Rhecky Nellson Soplanit mengajukan banding atas putusan Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang menjatuhkan sanksi administrasi berupa mutasi bersifat demosi selama delapan tahun.

"Sudah diputus oleh hakim Sidang KKEP bahwa yang bersangkutan merupakan pelanggar dinyatakan perbuatan tercela kemudian juga diberikan sanksi demosi selama delapan tahun, yang bersangkutan banding," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Baca Juga

Sanksi demosi yang dijatuhkan kepada AKBP Ridwan Soplanit terbilang paling berat di antara sejumlah anggota Polri lainnya yang melanggar etik. Karena dinilai tidak profesional menjalan tugas menangani tempat kejadian perkara penembakan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga.

Wujud perbuatan pelanggaran etik yang dilakukan AKBP Ridwan Soplanit, kata Dedi, tidak profesional dalam menjalankan tugas. Ia merupakan penyidik pertama yang tiba di TKP Duren Tiga usai kejadian penembakan Brigadir J.

"Iya (dia yang tiba pertama di TKP) tidak profesional dalam menjalankan tugas,? kata Dedi.

Sebelumnya, mantan bawahan AKBP Ridwan Soplanit, yaitu Ipda Arsyad Daiva Gunawan, selaku mantan Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan juga dijatuhi saksi mutasi bersifat demosi selama tiga tahun.

Hingga hari ini, sebanyak 18 dari 35 orang anggota Polri melanggar etik terkait kasus Duren Tiga telah menjalani sidang etik, sebanyak lima orang dijatuhi sanksi pemecatan (PTDH), 12 orang dijatuhi sanksi demosi paling rendah satu tahun dan paling tinggi delapan tahun, serta satu orang dijatuhi sanksi meminta maaf.

Kemudian sebanyak tujuh orang mengajukan banding atas putusan etiknya, satu orang atas nama Ferdy Sambo telah diputus permohonan bandingnya ditolak.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA