Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

.

Akhir Pandemi Covid-19 yang Plin-Plan

Sabtu 01 Oct 2022 09:48 WIB

Red: Joko Sadewo

WHO menyatakan akhir pandemi sudah di depan mata, tetapi kemudian mengubah pernyataan. Foto virus Covid-19 (ilustrasi)

WHO menyatakan akhir pandemi sudah di depan mata, tetapi kemudian mengubah pernyataan. Foto virus Covid-19 (ilustrasi)

Foto: www.wikimedia.org
WHO menyatakan akhir pandemi sudah di depan mata, tetapi kemudian mengubah pernyataan

Oleh : Nora Azizah, Jurnalis Republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, Masyarakat dunia sedang dibuat bingung. Belum lama ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa akhir pandemi Covid-19 sudah di depan mata.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom yang menyatakan hal tersebut berkaca pada data Covid-19 dunia. Ia menyebutkan bahwa angka Covid-19 di dunia menurun drastis, dan ini menjadi yang pertama sejak pandemi terjadi.

Melalui Twitter-nya, Tedros menyebutkan, angka kematian akibat Covid-19 sudah mencapai titik terendah sejak Maret 2020. Bahkan, ia menyatakan dengan yakin bahwa dunia sedang mencapai angka Covid-19 terbaik sehingga membuat posisi terbagus saat ini.

Angka Covid-19 yang bagus membuat WHO bisa menyatakan bahwa akhir pandemi sudah ada di depan mata. Hal ini tentunya membawa kebahagiaan bagi masyarakat di seluruh dunia. Bagaimana tidak?

Setelah lebih dari dua tahun, apabila akhir pandemi segera mendekat, akhirnya kita tidak lagi terbelenggu dengan protokol kesehatan. Kita tidak lagi takut tertawa dan berjumpa kolega dikeramaian, pada akhirnya manusia tidak lagi harus pakai masker kemana-mana.

Baru juga ingin senang-senang, tiba-tiba WHO memberikan pernyataan lain yang berbeda. Beberapa waktu lalu dalam konferensi pers, WHO menyatakan bahwa dunia belum dalam posisi yang baik untuk mengakhiri pandemi.

Tedros mengibaratkan manusia sedang berada di dalam terowongan gelap selama pandemi. Saat ini, kita hanya melihat ujung terowongan yang bercahaya. Namun, terowongan gelap ini (pandemi Covid-19) masih cukup panjang untuk dilalui.

Tedros menyebut masih banyak rintangan yang harus dilalui untuk mencapai akhir. Kita diminta tetap berhati-hati.

Dikatakan di awal, dunia sudah dalam posisi baik terkait pandemi. Pandemi memang belum usai, tetapi pernyataan WHO cukup membuat kita bahagia karena ujung pandemi sudah di depan mata.

Namun, pernyataan terakhir dari WHO menyebutkan bahwa terowongan pandemi masih panjang (perjalanan menuju akhir pandemi masih panjang). Ini mengartikan akhir pandemi tidak di depan mata melainkan masih cukup lama untuk terlihat. Pernyataan WHO terkait akhir pandemi Covid-19 ini memang sedikit plin-plan.

Pernyataan WHO yang berubah-ubah terkait akhir pandemi, Indonesia lebih memilih tidak tergesa-gesa. Indonesia tetap memilih untuk berhati-hati dengan penentuan akhir pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa Indonesia masih harus mematangkan kesiapan mengakhiri pandemi. Indonesia masih mematangkan kesiapan elemen masyarakat dan pemerintah dalam menyambut endemi Covid-19.

Menurutnya, saat ini Indonesia masih terus mengejar target booster Covid-19. Indonesia harus mencapai target booster di atas 50 persen apabila ingin mempersiapkan endemi. Hingga akhir tahun ini, cakupan booster di Indonesia diprediksi baru mencapai 26 persen.

Wiku juga menegaskan untuk berhati-hati menggunakan kata-kata akhir pandemi. Ia mengatakan bahwa Indonesia tidak akan latah dan gegabah dalam mencabut status pandemi Covid-19.

Tidak hanya itu, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Adib Khumaidi, SpOT, juga meminta Indonesia untuk tidak terburu-buru menetapkan status akhir pandemi yang dilakukan Amerika Serikat (AS). Menurutnya, ada beberapa kondisi dan indikator yang harus dipenuhi untuk menentukan akhir pandemi.

Pihak berwenang yang bisa menyatakan pandemi Covid-19 berakhir hanya WHO. Kemudian, setiap negara bisa membuat implementasi sesuai dengan kemampuan dari masing-masing negara.

Tidak hanya Indonesia yang menegaskan bahwa akhir pandemi belum bisa diprediksi, seorang pakar dari Irlandia juga menyatakan demikian. Prof Ian Young dari Irlandia Utara sebelumnya juga tidak sepakat dengan WHO yang menyatakan akhir pandemi sudah di depan mata.

Menurutnya, pandemi belum memasuki babak akhir, terutama di negaranya. Young bahkan menyebutkan bahwa kehidupan masyarakat Irlandia Utara akan cukup sulit di musim dingin mendatang. Selain ancaman Covid-19, warganya juga harus bertempur dengan musim flu.

Meski sudah ada pernyataan yang berubah-ubah dari WHO, setidaknya Indonesia memiliki keputusan tersendiri dalam menentukan akhir pandemi. Mungkin, sebentar lagi, tidak lama lagi. Jadi, jangan bosan dulu, pakai maskernya lagi dan protokol kesehatan tetap dijalani.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA