Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Universitas Yale di Amerika Serikat Buka Studi Islam dari Sejarah Hingga Pernaskahan

Jumat 30 Sep 2022 22:06 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Nashih Nashrullah

Bendera Amerika Serikat. Studi Islam di Universitas Yali New Haven Amerika Serikat untuk eksplorasi Islam

Bendera Amerika Serikat. Studi Islam di Universitas Yali New Haven Amerika Serikat untuk eksplorasi Islam

Studi Islam di Universitas Yali New Haven Amerika Serikat untuk eksplorasi Islam

REPUBLIKA.CO.ID, NEW HAVEN–Mulai semester ini, semua mahasiswa sarjana Universitas Yale di New Haven, Amerika Serikat memiliki pilihan untuk mengejar sertifikat interdisipliner dalam studi Islam.

Dipimpin Direktur Supriya Gandhi, asisten profesor studi agama, sertifikat tersebut memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi Islam dalam berbagai konteks.

Baca Juga

Mahasiswa yang berminat harus menyelesaikan lima kredit mata kuliah yang termasuk dalam kategori masyarakat Islam, sejarah Islam, agama Islam dan seni Islam, arsitektur atau sastra. 

Menurut Gandhi, sertifikat tersebut bertujuan untuk menciptakan peluang untuk mengeksplorasi Islam untuk berbagai siswa, termasuk mereka yang tidak mengambil jurusan humaniora atau fokus pada studi agama.

 
fnMw8rlitF0

Studi Islam menggabungkan studi pendidikan, studi Abad Pertengahan dan studi terjemahan sebagai sertifikat interdisipliner yang ditawarkan Yale College.

“Ketika saya pertama kali tiba di Yale, saya melihat ada banyak siswa yang tertarik untuk mempelajari Islam, tetapi tidak ada cara bagi mereka untuk benar-benar mengeksplorasi minat itu,” kata Profesor sastra Arab dan pendiri program, Shawkat Toorawa, dilansir dari Yale Daily News, Rabu (28/9/2022).

Seorang mahasiswa, Danish Khan (26 tahun) kesempatan untuk mengambil kelas seni dan sastra Islam untuk sertifikat akan melengkapi minatnya dalam teologi dan sejarah dengan memberikan pandangan yang lebih holistik. 

Dia menambahkan bahwa mata kuliah seperti teologi dan sejarah tidak terisolasi dan saling berhubungan dengan banyak bidang studi lainnya.

Gandhi menjelaskan bahwa ide sertifikat studi Islam mungkin menarik bagi siswa yang tidak mengambil jurusan humaniora atau berfokus pada studi Islam. 

Dia mendorong siswa yang tertarik untuk berkonsultasi dengan fakultas dan mulai mengambil kursus yang diperhitungkan dalam sertifikat.

“Kami berharap [sertifikat] ini akan mendorong siswa untuk mempertimbangkan kursus yang mungkin tidak mereka perhatikan di masa lalu. Ini adalah cara memandang Islam dengan cara yang beragam, dengan penekanan pada sastra, masyarakat, sejarah, dan agama," kata Gandhi.

Menurut Program Studi Yale College, mahasiswa yang tertarik harus mengajukan permohonan sertifikat paling lambat satu minggu sebelum jadwal akhir jatuh tempo pada semester akhir studi mereka. Persetujuan sertifikat berada di tangan komite sertifikat dan direktur.

“Sebagai fakultas yang membangun sertifikat ini, kami sangat antusias dengan mahasiswa yang ingin membuat sertifikat ini,” kata Toorawa.

“Saya secara khusus ingin mendorong siswa untuk mengeksplorasi semua sertifikat interdisipliner yang dimiliki Yale," tambahnya.    

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA