Jumat 30 Sep 2022 18:34 WIB

ITAGI Masih Kumpulkan Bukti Ilmiah Vaksin Covid-19 Bagi Balita

ITAGI belum merekomendasikan vaksin Covid-19 yang tepat untuk balita.

Vaksin Covid-19 (ilustrasi). ITAGI belum memberikan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 untuk balita.
Foto: PxHere
Vaksin Covid-19 (ilustrasi). ITAGI belum memberikan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 untuk balita.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI) masih mengumpulkan bukti ilmiah mengenai vaksinasi Covid-19 pada balita. Hal itu disebut penting sebelum merekomendasikan programnya di Indonesia.

"Kami belum menginjak di program vaksinasi pada balita, ITAGI selalu berdasarkan bukti ilmiah," kata Ketua ITAGI Prof Sri Rezeki yang dijumpai dalam peluncuran emergency use authorization (EUA) vaksin dalam negeri di Gedung BPOM RI Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Baca Juga

Prof Sri mengatakan pemberian dosis vaksin pada anak perlu mempertimbangkan hasil studi klinis yang mendasari hal itu. Sebab, pemberian dosis pada anak berbeda dengan dewasa.

Dari pengamatan ITAGI pada pemberian vaksin Covid-19 untuk balita di Amerika Serikat, vaksin yang digunakan ialah vaksin berplatform mRNA seperti Pfizer dan Moderna. Pada anak, dosis vaksinnya diturunkan.

"Kita harus tahu penurunannya berapa, kalau program vaksinasi balita dari luar negeri, mereka sepertiga dosis. Apakah Indonesia juga mau pakai seperti itu, ini masih dalam kajian," katanya.

Selain itu, vaksinasi pada balita di luar negeri belum bersifat wajib, tapi diserahkan keputusannya kepada orang tua. Prof Sri menyebut sampai saat ini ITAGI belum merekomendasikan vaksin yang tepat untuk balita.

Prof Sri mengatakan program vaksinasi penting untuk anak, sebab infeksi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 pada anak yang sehat kerap tanpa gejala dan tidak disadari pasien. Sehingga bila virus menular pada mereka yang rentan, seperti berkomorbid, bisa memberi efek komplikasi yang berat.

Hingga saat ini, ITAGI telah merekomendasikan program vaksinasi Covid-19 kepada anak di atas enam tahun di Indonesia. "Kalau untuk balita yang sehat itu masih bisa dikendalikan oleh orang tua, tapi anak di atas 6 tahun, sekolah SD, SMP, SMA itu sudah bisa jalan sendiri, ketemu dengan orang banyak," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement