Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Pupuk Indonesia Luncurkan Program Kompetisi Karya Jurnalistik

Jumat 30 Sep 2022 17:42 WIB

Red: Hiru Muhammad

 PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi membuka program kompetisi karya jurnalistik Pupuk Indonesia Media Award (PIMA) 2022. Dengan mengusung tema besar

PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi membuka program kompetisi karya jurnalistik Pupuk Indonesia Media Award (PIMA) 2022. Dengan mengusung tema besar "Makmur Bersama Indonesia", kompetisi ini terbuka bagi seluruh wartawan, baik dari media massa tingkat nasional maupun seluruh media massa di daerah. Kawasan pabrik pupuk milik PT Pupuk Indonesia.

Foto: Humas PT Pupuk Indonesia
Program ini masih dalam rangka peringatan satu dekade Pupuk Indonesia pada 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi membuka program kompetisi karya jurnalistik Pupuk Indonesia Media Award (PIMA) 2022. Dengan mengusung tema besar "Makmur Bersama Indonesia", kompetisi ini terbuka bagi seluruh wartawan, baik dari media massa tingkat nasional maupun seluruh media massa di daerah.

SVP Komunikasi Korporat, Wijaya Laksana, menyatakan bahwa program ini masih dalam rangka peringatan satu dekade Pupuk Indonesia pada tahun 2022. Wijaya menyebutkan, ajang ini adalah perdana bagi perusahaan. Oleh karena itu, PIMA 2022 diharapkan dapat memperkenalkan lebih jauh tentang industri pupuk dan transformasi bisnis di Pupuk Indonesia dan anak perusahaannya. 

Baca Juga

"Selain itu, program ini juga bentuk apresiasi kami atas kinerja serta dukungan seluruh wartawan melalui berbagai publikasi seputar bisnis utama hingga aktivitas operasional perusahaan, baik terkait Pupuk Indonesia maupun anak perusahaan," jelas Wijaya.

Lebih lanjut, Wijaya menyebutkan, tujuan lain dari program ini adalah untuk menjadi sarana edukasi dan sosialisasi, khususnya bagi wartawan maupun masyarakat pada umumnya. Mulai dari kontribusi perusahaan pada sektor pertanian hingga berbagai program transformasi bisnis Pupuk Indonesia. Karena saat ini Pupuk Indonesia dan anak perusahannya tengah melakukan banyak terobosan dan inovasi di berbagai bidang untuk meningkatkan daya saing. 

Pupuk Indonesia sendiri telah menjalankan program transformasi bisnis sejak tahun 2020. Program ini menyasar ke berbagai lini bisnis perusahaan, mulai dari bidang produksi, supply chain atau distribusi, pemasaran, SDM atau human capital, pengembangan, digitalisasi, hingga berbagai program lainnya yang berkontribusi terhadap sektor pertanian dan perekonomian nasional.

Oleh karena itu, kompetisi jurnalistik ini tidak hanya terbatas pada publikasi seputar kinerja Pupuk Indonesia saja. Melainkan juga publikasi kinerja dan aktivitas dari kesepuluh anak perusahaannya. Adapun kesepuluh anak usaha Pupuk Indonesia adalah PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Sriwidjadja Palembang, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, PT Rekayasa Industri, PT Mega Eltra, PT Pupuk Indonesia Utilitas, PT Pupuk Indonesia Pangan, dan PT Pupuk Indonesia Logistik.

Setidaknya terdapat dua sub tema dalam ajang ini. Pertama, terkait upaya Pupuk Indonesia dan anak perusahannya dalam mendukung produktivitas pertanian melalui penyediaan pupuk dan nutrisi tanaman, hingga membangun ekosistem pertanian. Sub tema kedua, transformasi Pupuk Indonesia dan anak perusahaannya dalam beradaptasi di era disruptif guna meningkatkan daya saing bisnis dan kontribusi terhadap perekonomian nasional. 

Dalam ajang ini, Pupuk Indonesia akan memberikan apresiasi ratusan juta rupiah untuk seluruh pemenang dan nominasi. Adapaun kategori dalam kompetisi ini terdiri dari kategori Media Cetak, Media Online, Media Televisi, dan Fotografi. Sedangkan untuk periode lomba berlaku mulai bulan September hingga November 2022. Penghargaan sendiri direncanakan akan digelar pada bulan Desember 2022.

"Semoga melalui program ini publik semakin mendapat banyak informasi dan pengetahuan, khususnya tentang kinerja dan beragam inovasi dan transformasi Pupuk Indonesia grup dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan berkontribusi dalam perekonomian nasional," tutur Wijaya. 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA