Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Minum Dua Hingga Tiga Cangkir Kopi per Hari Turunkan Risiko Kematian karena Penyakit

Jumat 30 Sep 2022 14:17 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Minum kopi jenis apapun disebut bisa perpanjang usia hidup.

Minum kopi jenis apapun disebut bisa perpanjang usia hidup.

Foto: www.freepik.com
Minum kopi jenis apapun disebut bisa perpanjang usia hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kopi kini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup banyak orang. Selain menyegarkan, kopi diketahui memiliki beberapa manfaat kesehatan, salah satunya adalah memperpanjang harapan hidup.

Kaitan antara kopi dengan harapan hidup ini diungkapkan oleh sebuah studi di Eropa. Studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology ini melibatkan hampir 450 ribu partisipan berusia 40-69 tahun.

Baca Juga

Di awal studi, tim peneliti melakukan survei mengenai kebiasaan minum kopi para partisipan. Setelah itu, mereka melakukan pemantauan beberapa kali dalam kurun waktu rata-rata 12,5 tahun. Sekitar 6 persen partisipan menutup usia selama periode studi berlangsung.

Hasil studi menunjukkan bahwa orang-orang yang minum dua atau tiga cangkir kopi per hari memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan orang yang tak minum kopi. Manfaat ini tetap terlihat, meski kopi yang diminum adalah kopi instan atau kopi tanpa kafein.

Orang yang minum kopi giling memiliki risiko kematian 27 persen lebih rendah. Sedangkan peminum kopi tanpa kafein memiliki risiko 14 persen lebih rendah, dan peminum kopi instan memiliki risiko 11 persen lebih rendah.

"Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumsi kopi giling, instan, dan tanpa kafein dalam jumlah kecil hingga sedang patut dijadikan bagian dari gaya hidup sehat," jelas peneliti Prof Peter Kistler dari Baker Heart and Diabetes Research Institute, seperti dilansir Forbes, Jumat (30/9/2022). 

Tak hanya risiko kematian, konsumsi kopi juga tampak menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Penurunan risiko dari masing-masing kopi tanpa kafein, giling, dan instan adalah 6 persen, 20 persen, dan 9 persen.

Studi ini masih memiliki beberapa keterbatasan. Salah satunya adalah studi ini tak mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dilakukan oleh para partisipan dalam keseharian, yang mungkin ikut berperan menurunkan risiko kematian dan penyakit kardiovaskular.

Meski begitu, ada cukup banyak bukti ilmiah yang mengindikasikan bahwa kopi memiliki manfaat kesehatan. Alasannya, kopi memiliki lebih dari 100 komponen biologis aktif.

"Sangat mungkin bahwa senyawa non kafein ini yang berperan dalam memberikan hubungan positif antara peminum kopi, penyakit kardiovaskular, dan harapan hidup," ungkap Prof Kistler.

Kopi yang diketahui dapat memberikan manfaat bagi kesehatan adalah kopi yang dikonsumsi tanpa bahan tambahan atau kopi hitam. Penambahan bahan lain seperti susu, krim, atau gula bisa menutupi manfaat kesehatan yang diberikan kopi.

"Kebiasaan minum kopi dalam jumlah secukupnya tak boleh diremehkan, dan bisa dinikmati sebagai perilaku yang menyehatkan jantung," ujar Prof Kistler.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA