Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

DPRD DKI Minta Pemprov Serius Atasi Pencemaran Air Tanah

Jumat 30 Sep 2022 02:34 WIB

Red: Nur Aini

Air tanah. Ilustrasi Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberi perhatian serius pada tingginya tingkat pencemaran air tanah karena masih sering digunakan oleh warga di Ibu Kota.

Air tanah. Ilustrasi Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberi perhatian serius pada tingginya tingkat pencemaran air tanah karena masih sering digunakan oleh warga di Ibu Kota.

Foto: Pixabay
Pencemaran pada air tanah di Jakarta, terutama oleh bakteri escherichiacoli

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberi perhatian serius pada tingginya tingkat pencemaran air tanah karena masih sering digunakan oleh warga di Ibu Kota.

Hal itu, kata Ida saat dihubungi di Jakarta, Kamis (29/9/2022), menanggapi tingkat pencemaran pada air tanah di Jakarta, terutama oleh bakteri escherichiacoli (E-Coli), sangat tinggi.

Baca Juga

"Nah, ini yang memang menurut saya, siapapun gubernurnya, Pj-nya, harusnya salah satu perhatian. Karena dampak daripada bakteri E-Coli yang tinggi ini, efeknya kepada anak-anak kita," kata Ida.

Pimpinan dari Komisi bidang Pembangunan DPRD DKI Jakarta itu menyampaikan bahwa dari data dari organisasi yang peduli pertumbuhan dan perkembangan anak, bahwa tingginya angka bakteri E-Coli dalam air dapat menyebabkan anak kerdil (stunting).

"Nah ini sayang kalau gubernur tidak memperhatikan ini. Saya, sih berharap Pj gubernur yang akan datang betul-betul melihat, memperhatikan, bahwa air kita itu luar biasa tercemar," ucapnya.

Ida menambahkan bahwa penggunaan air tanah itu mesti diperhatikan terutama pada daerah yang padat penduduk di Jakarta. Karena menurutnya, di daerah tersebut banyak pengambilan air tanah yang dekat dengan tanki septik sehingga tingkat bakterinya sangat tinggi.

"Itu yang memang menjadi salah satu penyebab penyebaran pada air tanah. Kemudian juga 13 aliran sungai yang memang tidak bisa berjalan dengan baik alirannya, ini berdampak kepada air tanah yang dikonsumsi oleh masyarakat. Ini mengerikan. Ini harus diperhatikan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA