Jumat 30 Sep 2022 02:23 WIB

BSI Maslahat Salurkan Bantuan Gerakan Solidaritas Kedermawanan untuk Pakistan

BSI Maslahat bersama BSI menyalurkan bantuan dengan total mencapai Rp 100 juta

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Gita Amanda
 Orang-orang yang terkena banjir menunggu bantuan di tempat penampungan sementara di pinggiran distrik Dera Ismail Khan, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, (ilustrasi).
Foto: EPA-EFE/SAOOD REHMAN
Orang-orang yang terkena banjir menunggu bantuan di tempat penampungan sementara di pinggiran distrik Dera Ismail Khan, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BSI Maslahat bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memberikan bantuan Gerakan Solidaritas Kedermawanan untuk Pakistan. Hal ini dilakukan dengan memberikan bantuan sebanyak berupa Tas P3K Punggung sebanyak 33 buah dengan total bantuan mencapai Rp 100 juta.

Bantuan tersebut berasal dari donasi dan ZISWAF dari para donatur dan nasabah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Anggota Bidang IV Inovasi FOZ, Humairoh Anahdi yang juga Manager Innovation & Transformation Group (ITG) BSI Maslahat berharap bantuan ini bisa memberikan dukungan pemulihan bagi warga yang terdampak banjir bandang di wilayah Pakistan khususnya di Karachi.

Baca Juga

"Dengan kondisi banjir yang cukup luas seperlima dari seluruh wilayah Pakistan menyebabkan Pakistan cukup kewalahan mengatasi ribuan pengungsi ditambah hari ini, Pakistan merupakan negara dengan tingkat inflasi yang cukup tinggi," kata Humairoh dalam keterangan pers, Kamis (29/9/2022).

Support dana, bantuan medis, makanan atau pangan, sumber air bersih serta tempat tinggal sementara sangat diperlukan. Beberapa permasalahan yang dihadapi masyarakat Pakistan saat ini diantaranya adalah banyaknya anak yatim, masalah pengungsian, masyarakat yang kini tuna wisma, dan keluarga yang kekurangan makanan.

Pakistan adalah negeri muslim, negeri dimana saudara-saudara kita yang memiliki keyakinan yang sama. Setiap muslim adalah saudara dan kita wajib membantu masyarakat muslim di Pakistan.

Banjir yang menimpa sepertiga wilayah Pakistan mengakibatkan Ribuan orang terdampak. Banjir yang melanda Pakistan sejak pertengahan Juni 2022 ini. Dilansir dari NDMA (National Disaster Management Authority) Pakistan pada Agustus 2022. Banjir ini menyebabkan lebih dari 1.000 orang meninggal, 3.000 jalan hancur, 130 jembatan roboh dan hampir 500 ribu rumah rusak akibat terjangan banjir tersebut.

Pada Senin, 26 September 2022, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberangkatkan dua pesawat bantuan gerakan solidaritas kedermawanan untuk Pakistan. Usai dilepas secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, seluruh bantuan tersebut kemudian dikirimkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan jenis pesawat berbadan lebar AirBus A330 sebanyak empat sortie pengiriman.

Upacara pelepasan bantuan tersebut juga dihadiri Mensesneg RI Pratikno, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit P, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, Wakil Duta Besar Pakistan Muhammad Faisal Fayyaz, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Direktur Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dan rombongan VIP lainnya.

BSI Maslahat sebagai mitra strategis BSI terus mengajak untuk berbuat baik karena masih banyak orang yang membutuhkan bantuan untuk senantiasa bermanfaat untuk orang lain. Pada tahun 2022 BSI memiliki program campaign Go Happy dengan minimal uang Rp 5.000 sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan kemaslahatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement