Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Uji Coba Vaksin Malaria, Lengan Peserta Bengkak Digigit Nyamuk

Kamis 29 Sep 2022 17:16 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Nyamuk Anopheles gambiae, vektor dari parasit malaria, menyedot darah ketika mengigit peneliti  the International Centre for Insect Physiology and Ecology (ICIPE) di Nairobi, Kenya, April 2008. Peneliti vaksin malaria di University of Washington, Amerika Serikat menggunakan nyamuk untuk

Foto:
Alih-alih pakai suntikan, ilmuwan uji coba vaksin malaria dengan gigiatan nyamuk.

Satu subjek tes mengklaim bahwa dia meletakkan lengannya di dalam kotak yang berisi setidaknya 200 nyamuk. Uji coba melibatkan 26 orang, dengan beberapa dari mereka menunjukkan tanda-tanda perlindungan terhadap malaria beberapa bulan kemudian.

"Seluruh lengan bawah saya membengkak dan melepuh. Keluarga saya tertawa, bertanya, 'mengapa kamu membuat dirimu seperti ini?," kata Carolina Reid kepada NPR.

Tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui vaksinasi malaria pertama yang disebut RTS GlaxoSmithKline. Akan tetapi, vaksin tersebut hanya efektif 30-40 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA