Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Baik Buruknya Seseorang Bisa Dilihat dari Akhir Kematiannya, Mengapa Demikian?

Kamis 29 Sep 2022 16:38 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi kematian. Kematian merupakan keniscayaan yang akan dihadapi semua orang

Ilustrasi kematian. Kematian merupakan keniscayaan yang akan dihadapi semua orang

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Kematian merupakan keniscayaan yang akan dihadapi semua orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Setiap Muslim perlu terus istiqamah dalam ketaatannya kepada Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya sehingga ketika ajal menjemputnya, dia meninggal dunia dalam kondisi yang baik atau husnul khatimah. 

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( إذا أراد الله بعبده خيراً استعمله ) قالوا : كيف يستعمله ؟ قال : ( يوفقه لعمل صالح قبل موته )

Baca Juga

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila Allah menghendaki kebaikan untuk seorang hamba, Dia akan melakukannya." Lalu sahabat bertanya, "Apa bentuknya?" Beliau SAW bersabda, "Allah SWT membukakan untuknya pintu amal saleh menjelang kematiannya hingga sekelilingnya ridha kepadanya." (HR Ahmad dan Tirmidzi)

عن أم المؤمنين عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” من أحب لقاء الله أحب الله لقاءه ، ومن كره لقاء الله كره الله لقاءه ” فقلت : يا نبي الله ! أكراهية الموت ، فكلنا نكره الموت ؟ فقال : ” ليس كذلك ،ولكن المؤمن إذا بشر برحمة الله ورضوانه وجنته أحب لقاء الله، وإن الكافر إذا بشر بعذاب الله وسخطه كره لقاء الله وكره الله لقاءه 

Dalam riwayat lain, dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang senang berjumpa dengan Allah, maka Allah pun senang berjumpa dengannya. Siapa yang benci berjumpa dengan Allah, maka Allah pun benci berjumpa dengannya."

Lalu, aku bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah itu maksudnya juga benci kepada kematian, padahal setiap kita membenci kematian?" Beliau SAW bersabda, "Bukan begitu, tetapi seorang mukmin apabila telah diberi kabar gembira dengan rahmat dan ampunan Allah, dia senang berjumpa dengan Allah dan Allah pun senang berjumpa dengannya. Dan sesungguhnya orang kafir apabila telah diberi kabar dengan siksa Allah dan marah-Nya, maka dia benci berjumpa dengan Allah dan Allah pun benci berjumpa dengannya."

Adapun tanda-tanda seorang Muslim yang meninggal dunia dengan husnul khatimah, setidaknya ada tiga hal yang perlu disadari. Pertama, mengucapkan syahadat pada saat menjelang kematian. Hal ini didasarkan pada hadits berikut:

من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang pada akhir ucapannya Laa Ilaaha Illallah, dia masuk Surga". (HR Abu Dawud). 

Kedua, yaitu ada keringat pada dahi atau kening orang yang telah wafat. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Buraidah bin Khusaib RA.

Ketika Buraidah berada di Khurasan untuk membesuk seorang sahabatnya yang sakit, sahabatnya itu telah wafat dan dan tiba-tiba keningnya berkeringat. Lalu dia (Buraidah) berkata, "Allahu Akbar, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 

موت المؤمن بعرق الجبين

"Wafatnya seorang mukmin disertai keringat di keningnya." (HR Ahmad, At-Tarmidzi, An-Nasai). 

Ketiga, wafat pada malam Jumat atau pada hari Jumatnya. Hal ini didasarkan hadits Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda: 

ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله فتنة القبر

"Tidaklah seorang Muslim meninggal di hari atau malam Jumat, kecuali Allah melindunginya dari siksa kubur." (HR Ahmad dan At-Tirmidzi)

 

Sumber: islamonline  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA