Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Korea Selatan Targetkan Ambil 12 Persen Pasar Kendaraan Listrik Global di 2030

Kamis 29 Sep 2022 14:32 WIB

Red: Nora Azizah

Korea Selatan saat ini secara signifikina tingkatkan produksi kendaraan listrik.

Korea Selatan saat ini secara signifikina tingkatkan produksi kendaraan listrik.

Foto: Republika/Darmawan
Korea Selatan saat ini secara signifikan tingkatkan produksi kendaraan listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Korea Selatan berusaha untuk secara signifikan meningkatkan produksi kendaraan listrik (EV) mereka lebih dari dua kali lipat untuk mengambil 12 persen pangsa pasar global pada 2030. Untuk tujuan itu, pemerintah negara itu berjanji untuk memberikan insentif pajak dan berbagai tindakan pendukung untuk mempromosikan investasi pembuat mobil senilai sekitar 95 triliun won pada 2026, menurut Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan, seperti disiarkan Yonhap, Rabu (28/9/2022).

Peta jalan yang komprehensif diumumkan selama pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Perindustrian Lee Chang-yang, dan dihadiri oleh pejabat senior pembuat mobil besar dan perusahaan terkait, termasuk Hyundai Motor Co., Kia Corp., GM Korea dan operator nirkabel utama KT Corp. Berdasarkan rencana tersebut, pembuat mobil Korea Selatan berencana untuk meningkatkan produksi kendaraan listrik global mereka menjadi 3,3 juta unit gabungan pada tahun 2030 dari sekitar 254.000 unit yang dicatat tahun lalu sehingga mencakup 12 persen pasar kendaraan listrik dunia. Pangsa pasar mereka mencapai 5 persen pada 2021.

Baca Juga

Untuk mencapai target, mereka berjanji mengembangkan perangkat lunak utama untuk kendaraan listrik dengan teknologi mereka sendiri pada tahun 2026 dan membina 30.000 personel dengan keahlian di sektor mobil masa depan, serta 300 perusahaan yang berspesialisasi dalam pengembangan perangkat lunak otomotif pada tahun 2030. Adapun semikonduktor otomotif, negara itu bertujuan untuk membuat prosesor, sensor, dan bagian utama lainnya untuk menggandakan pangsa pasar globalnya menjadi 6,6 persen pada tahun 2030, kata kementerian itu, menambahkan pengembangan kendaraan listrik dan hidrogen yang sangat kompetitif juga di antara rencananya.

Untuk memastikan transisi cepat yang mulus, pemerintah negara itu berjanji untuk mendukung upaya produsen suku cadang mobil mendiversifikasi portofolio bisnis mereka. Ini akan meningkatkan pemantauan situasi penawaran dan permintaan barang-barang industri utama yang sangat bergantung pada impor negara itu dan meningkatkan cadangan mereka untuk menjaga dari gangguan pasokan global yang tidak terduga.

Bagaimana memajukan teknologi mengemudi otonom juga akan menjadi fokus utama, karena negara tersebut berjanji untuk mendukung komponen terkait utama untuk meningkatkan daya saing dengan membangun kompleks penelitian untuk produksi komersial mereka di dalam negeri mulai tahun 2024.

"Kami akan secara aktif melonggarkan peraturan untuk memastikan kelancaran masuknya model dan teknologi layanan baru ke pasar," kata Lee dalam pertemuan tersebut.

"Kami akan melanjutkan konsultasi dengan perusahaan untuk merancang langkah dan strategi terperinci untuk mencapai tujuan," tambah dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA