Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Badai Ian di Florida Mulai Melemah

Kamis 29 Sep 2022 10:44 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Sebuah mobil klasik Amerika melewati tiang listrik yang miring akibat Badai Ian di Pinar del Rio, Kuba, Selasa, 27 September 2022.

Sebuah mobil klasik Amerika melewati tiang listrik yang miring akibat Badai Ian di Pinar del Rio, Kuba, Selasa, 27 September 2022.

Foto: AP Photo/Ramon Espinosa
Badai Ian akan melemah dalam beberapa hari ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA - Pusat Badai Nasional Amerika Serikat (NHC) mengatakan, Ian mulai mendarat di pantai Florida dan masuk dalam badai Kategori 3 pada Rabu (28/9/2022) waktu setempat. Badai Ian akan melemah dalam beberapa hari ke depan.

Badai Ian terletak sekitar 150 kilometer selatan barat daya Orlando, Florida. Badai tersebut membawa angin maksimum 185 km/jam.

"Ian mungkin berada di dekat kekuatan badai ketika bergerak di atas pantai timur Florida besok, dan ketika mendekati pantai timur laut Florida, Georgia, dan Carolina Selatan pada hari Jumat," kata NHC.

Badai sebelumnya mendarat sebagai Kategori 4 di sepanjang pantai barat daya Florida dekat Cayo Costa sekitar pukul 15.05 dengan angin mendekati 150 mph. Ian menghantam Collier County ketika pihak berwenang mengatakan, banyak panggilan warga untuk upaya penyelamatan.

Kantor Sheriff mengatakan itu dalam "mode triase panggilan" dan menerima banyak panggilan dari orang-orang yang terjebak oleh air. "Pada titik ini sebagian besar panggilan 911 kami adalah penyelamatan air," kata Kepala Kantor Sheriff Collier County Stephanie Spell dilansir CNN.

Laman Guardian melaporkan badai Ian menyebabkan 1,8 juta rumah dan bisnis di Florida tanpa listrik. Ini terjadi pada saat badai masih ada di Kategori 4.

Kekuatan Ian di daratan mengikatnya untuk badai terkuat kelima ketika diukur dengan kecepatan angin untuk menyerang AS. Di antara badai lainnya adalah Badai Charley, yang melanda tempat yang hampir sama di pantai Florida pada Agustus 2004, menewaskan 10 orang dan menimbulkan kerugian 14 miliar dolar.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA