Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

MAIK Kelantan Luncurkan Pemeringkatan Masjid Kecamatan

Kamis 29 Sep 2022 08:33 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko

Masjid di Kelantan

Masjid di Kelantan

Lebih dari 600 masjid kecamatan di seluruh negara bagian diharapkan ambil bagian.

REPUBLIKA.CO.ID,KOTA BARU —-Majelis Agama Islam dan Adat Melayu (MAIK) Kelantan, Malaysia akan memperkenalkan program khusus yang disebut Pemeringkatan Masjid Kecamatan untuk memastikan efektivitas masjid dalam melayani masyarakat. Ketua MAIK, Tengku Tan Sri Mohamad Rizam Tengku Abdul Aziz mengatakan program itu diharapkan bisa dimulai tahun depan.

"Lebih dari 600 masjid kecamatan di seluruh negara bagian diharapkan untuk mengambil bagian dalam program pemeringkatan. Program ini sejalan dengan upaya kami untuk meningkatkan citra masjid terutama dari segi kebersihan dan keanggunannya,” kata Tengku Rizam seperti dilansir Straits Times pada Kamis (29/9), Tengku Rizam yang merupakan Tengku Temenggung Kelantan mengatakan hal itu kepada media usai menutup Kursus Integritas Masjid dan Manajemen Keuangan di sini hari ini.

Baca Juga

Ia mengatakan MAIK juga berharap program pemeringkatan ini dapat bermanfaat bagi seluruh imam, sekretaris, bendahara dan pengurus masjid.

“Ini penting karena akan memungkinkan mereka untuk mengelola masjid terutama dalam menyusun laporan keuangan yang seimbang dan membuat rencana keuangan yang lebih terstruktur. Semua ini akan membawa dampak positif bagi jemaah dan masyarakat sekitar,” katanya.

Ia mengatakan langkah tersebut juga sejalan dengan Rencana Strategis Dorong ke-4 MAIK 2020-2030 untuk meningkatkan efektivitas kelembagaan masjid melalui penerbitan Pedoman Standar Pengelolaan Masjid.

“Ini merupakan hasil kerjasama kami dengan Universiti Teknologi Mara (UiTM),” ujarnya.

Selama program, MAIK menerima pembayaran persepuluhan tahunan sebesar RM. 600.312 dari Bank Rakyat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA