Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Mendag Fasilitasi Tembakau Petani Diserap Industri Rokok

Rabu 28 Sep 2022 21:01 WIB

Red: Agus raharjo

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (tengah) saat mengunjungi gudang rokok di Kudus, Jawa Tengah, Rabu (28/9/2022).

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (tengah) saat mengunjungi gudang rokok di Kudus, Jawa Tengah, Rabu (28/9/2022).

Foto: Istimewa
Mendag berharap petani tembakau dari Madura mendapat harga yang bagus.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS--Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi petani tembakau untuk bisa memasok tembakau mereka menjadi bahan baku rokok langsung ke pabrik rokok. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menuturkan, hal ini dilakukan dengan harapan tembakau petani laku dengan harga lebih tinggi.

"Selama ini rantai distribusi tembakau dari petani ke pabrik rokok terlalu panjang dan masing-masing memiliki aturan sendiri-sendiri," kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ditemui di sela-sela kunjungannya ke gudang produksi rokok Karangbener PT Djarum Kudus, Rabu (28/9/2022).

Baca Juga

Oleh karena itu, kata dia, agar petani tembakau tidak dirugikan karena panjangnya rantai distribusi tembakau yang mengakibatkan harga di tingkat petani jauh lebih murah sehingga petani tidak mendapatkan harga yang menarik dipertemukan langsung dengan pabrik rokok.

Hal itu, imbuh dia, seperti halnya saat dirinya menyelesaikan permasalahan sawit. Akhirnya petani dan pengusaha juga senang, masyarakat juga menikmati harga minyak goreng murah dan pemerintah mendapatkan pemasukan dari pajak.

Dengan dipertemukannya perwakilan petani tembakau dari Madura, Jawa Timur dengan perwakilan PT Djarum Kudus, diharapkan bisa memotong rantai distribusi yang cukup panjang tersebut. Mendag berharap nantinya petani tembakau dari Madura mendapat harga yang bagus, sehingga petani makmur dan kualitas tanaman tembakaunya juga lebih bagus, sedangkan pabrik rokok juga maju sehingga sama-sama untung.

Mendag Zulhas menyampaikan, pemerintah akan terus mendukung industri dalam negeri, seperti industri rokok. Industri rokok merupakan industri padat karya dan menyerap hasil petani cengkeh dan tembakau. "Saya mendatangi industri-industri kita karena industri ini harus didukung dan perkuat. Kalau industri kuat, maka akan tumbuh dan maju sehingga dapat menyerap tenaga kerja," ujarnya.

Mendag telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) pada 2 September 2022. Pada pertemuan tersebut, perwakilan P4TM menyampaikan beberapa hal. Diantaranya, isu penutupan gudang yang menimbulkan kekhawatiran tidak terserapnya tembakau petani, maraknya tembakau dari luar yang masuk ke Madura, terjadinya praktik pengambilan sampel tembakau di luar kewajaran, serta adanya penimbang nakal yang menyebabkan penyusutan timbangan tembakau petani.

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar pasokan tembakau dan cengkeh dapat memenuhi kebutuhan industri rokok dengan mengutamakan hasil petani dalam negeri. Kementerian Perdagangan juga akan berkoordinasi dengan pelaku industri tembakau agar industri tembakau melakukan program kemitraan dengan petani.

Salah satunya, dengan pembinaan produksi tembakau petani agar sesuai standar industri sehingga berdampak pada kepastian pasar, harga jual, dan memperpendek mata rantai perdagangan tembakau. Selain itu, Kementerian perdagangan akan melakukan pemantauan terhadap permasalahan tembakau petani yang susut saat dilakukan penimbangan dan menindak oknum yang melakukan penyelewengan dalam proses penimbangan tembakau.

Wakil Ketua Pelopor Paguyuban Petani dan Pedagang Tembakau Madura Abdul Bahri berharap ada kemudahan akses untuk bisa menjual tembakau secara langsung ke pabrik rokok, agar harga jual tembakau lebih tinggi sehingga ikut menyejahterakan petani. "Jika kami dipercaya menjadi pemasok tembakau ke pabrik rokok, maka kami mampu memasok tembakau hingga 25.000 bal atau 1.800 ton," ujarnya.

Sementara, Advisory Senior Manajer Tobacco PT Djarum Iskandar mengatakan, yang tembakau yang dibutuhkan industri bukan soal jumlah, melainkan kualitasnya. Sebab, hal ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar, tembakau dari berbagai daerah masuk juga ke Madura sehingga yang asli semakin berkurang.

"Sesuai pesan dari Menteri Perdagangan, daerah penghasil tembakau juga harus menjaga keasliannya. Kami mencatat tembakau yang benar-benar asli tanaman dari daerah setempat justru dari Lombok karena terpisah dari pulau," ujarnya.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA