Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Setelah Merger, Transaksi Konsumen Gojek Tokopedia Naik 8 Kali Lipat

Rabu 28 Sep 2022 17:22 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Perusahaan Gojek dan Tokopedia merger menjadi Goto.

Perusahaan Gojek dan Tokopedia merger menjadi Goto.

Foto: Dok Goto
Tokopedia dan Gojek ingin memudahkan semua pengguna lewat satu ekosistem.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tokopedia menyatakan, jumlah transaksi konsumen meningkat setelah perusahaan bergabung atau merger dengan Gojek lalu menjadi perusahaan terbuka GoTo. Disebutkan, kini banyak pengguna ekosistem Gojek yang juga menggunakan aplikasi Tokopedia.

"Memang terjadi cross user antara Tokopedia dan Gojek, (pengguna) sangat meningkat. Peningkatan transaksinya sebanyak delapan kali lipat pengguna yang memakai keduanya," ujar Senior Vice President of Corporate Affairs Tokopedia Nuraini Razak saat berkunjung ke Republika melalui virtual, Rabu (28/9/2022).

Baca Juga

Ia menjelaskan, kini menggunakan Tokopedia menjadi lebih mudah. Itu karena, sebelumnya tidak ada pilihan pembayaran melalui Gopay di platform tersebut, namun sekarang sudah tersedia.

"Sejak tahun lalu memang seamless sekali memakai Tokopedia, dengan one klik saja. Alasannya karena tadinya majority pengguna Tokopedia sama sekali tidak memakai Gopay di ekosistem kami, begitu juga di Gopay, terjadi juga peningkatan penggunaan logistik Gosend di Tokopedia," tutur dia.

Nuraini menegaskan, perusahaan ingin memudahkan semua pengguna lewat satu ekosistem. Maka ke depannya, sambung dia, masih banyak lagi yang akan dikolaborasikan antara layanan Gojek dengan Tokopedia.

"Mungkin di bagian fintech (financial technology) nanti insya Allah," kata Nuraini. Hanya saja ia belum mengungkapkan lebih rinci, kapan kolaborasi itu bakal diluncurkan.

External Communications Senior Lead Tokopedia Rizky Juanita Azuz melanjutkan, jumlah penjual di Tokopedia terus meningkat setiap tahun. Pada Januari 2019 total penjual di e-commerce itu sebanyak 5 juta, lalu naik menjadi 7,2 juta pada Januari 2020, kemudian naik lagi sampai menembus 12 juta pada 2021.

"Pada kuartal tiga 2022 peningkatan penjual paling tinggi ada di daerah Banyuasin Sumatera Selatan, Lombok Barat NTB, dan Balikpapan Kalimantan Timur," ujarnya pada kesempatan serupa. Ia menambahkan, sebanyak 12 juta penjual di Tokpedia hampir semua Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA