Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Studi: Sekitar 40 Persen Kasus Kanker Dapat Dicegah dengan Gaya Hidup Sehat

Rabu 28 Sep 2022 16:46 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Sekitar 40 persen kasus kanker di Inggris umumnya bisa dicegah dengan hidup sehat.

Sekitar 40 persen kasus kanker di Inggris umumnya bisa dicegah dengan hidup sehat.

Foto: Pikrepo
Sekitar 40 persen kasus kanker di Inggris umumnya bisa dicegah dengan hidup sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lebih dari 400 orang didiagnosis dengan kasus kanker tercatat di Inggris, dan sebenarnya kasus ini dapat dicegah. Analisis itu mendorong para ahli kesehatan untuk mendesak orang mengadopsi gaya hidup lebih sehat.

Menurut analisis data resmi terbaru oleh World Cancer Research Fund (WCRF), sebanyak 387 ribu orang didiagnosis menderita kanker pada 2019-2020, dan 40 persen dari kasus tersebut (sekitar 155 ribu) dapat dicegah setiap hari. Populasi yang menua, skrining yang lebih baik, dan peningkatan kesadaran berarti lebih banyak orang yang didiagnosis dengan penyakit ini, yaitu lebih dari 1.000 setiap hari. 

Baca Juga

Para ahli mengatakan ratusan kasus ini dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup, seperti makan lebih sehat, lebih aktif, menjaga berat badan sehat, dan berhenti merokok. WCRF mengatakan, orang-orang juga dapat mengambil manfaat dari mengurangi konsumsi alkohol dan daging merah sambil menghindari daging olahan sama sekali. 

Orang-orang harus berusaha tetap berjemur di bawah sinar matahari, serta menyusui jika memungkinkan. Dibandingkan dengan data pada 2017-2018, WCRF menujukkan ada peningkatan 8.000 kasus yang dapat dicegah. 

“Selama bertahun-tahun, penelitian memperkirakan bahwa sekitar 40 persen kanker terkait dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi,” kata manajer interpretasi penelitian di WCRF, Vanessa Gordon-Dseagu dilansir The Guardian, Rabu (28/9/2022).

Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa dengan mengikuti rekomendasi pencegahan kanker WCRF, maka individu dapat mengurangi risiko mereka. “Skrining memainkan peran penting dalam meningkatkan hasil kanker, semakin dini seseorang didiagnosis, semakin besar kemungkinan mereka untuk bertahan hidup,” ujar WCRF.

Kanker payudara, diikuti oleh kanker paru-paru, adalah yang paling umum ditemukan di Inggris, di mana nalisis WCRF menemukan dengan lebih banyak kasus penyakit ini terjadi pada pria daripada pada wanita. Pada 2019-2020, terdapat 166.502 orang meninggal karena kanker, dengan lebih dari satu dari lima dikaitkan dengan kasus paru-paru. Tidak semua kanker dapat dicegah, dan ada beberapa faktor yang tidak dapat diubah yang meningkatkan risiko, seperti penuaan dan riwayat penyakit dalam keluarga.

Namun, perubahan gaya hidup sehat dapat membantu. Para ahli menyarankan orang untuk makan banyak buah dan sayuran, makanan gandum tinggi serat dan protein sehat, sambil mengurangi makanan dan minuman berkalori tinggi. 

NHS England mengatakan, sedang melakukan pemeriksaan kanker lebih dari sebelumnya. Namun, para ahli telah memperingatkan bahwa beberapa pasien tidak dapat mengakses pengujian dengan cepat, yang memperkuat kasus untuk mengambil tindakan mencegah kanker yang dapat dihindari.

The King’s Fund menunjukkan variasi besar di seluruh Inggris dalam berapa lama waktu yang dibutuhkan orang untuk mendapatkan hasil tes, sementara ada akses yang tidak merata ke skrining di beberapa daerah. Dampak pandemi Covid-19 masih dirasakan secara nasional, dengan kurang dari 60 persen kanker terdiagnosis sejak dini.

Secara terpisah, Cancer Research UK mengatakan berhenti merokok akan secara signifikan mengurangi jumlah kematian akibat kanker terkait dengan kekurangan sosial ekonomi. Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Plos One menemukan, jika tidak ada orang di Inggris yang merokok, kematian seperti itu akan turun dari 27.200 menjadi 16.500 jiwa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA