Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Suami Perlu Terlibat di Kelas Ibu Hamil

Rabu 28 Sep 2022 15:14 WIB

Red: Ratna Puspita

Suami perlu terlibat dalam pelaksanaan kelas ibu hamil guna meningkatkan pengetahuan dalam memperhatikan istrinya yang sedang hamil.

Suami perlu terlibat dalam pelaksanaan kelas ibu hamil guna meningkatkan pengetahuan dalam memperhatikan istrinya yang sedang hamil.

Foto: Pixabay
Pengetahuan suami diharapkan bisa mendeteksi dini risiko pada ibu hamil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suami perlu terlibat dalam pelaksanaan kelas ibu hamil guna meningkatkan pengetahuan dalam memperhatikan istrinya yang sedang hamil. Edukasi yang bisa didapatkan suami saat mendampingi istrinya di kelas ibu hamil seperti penggunaan alat kontrasepsi atau KB pasca persalinan dan manfaatnya.

"Dengan meningkatnya pengetahuan suami, diharapkan bisa mendeteksi dini risiko yang terjadi pada ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi, sehingga menurunkan angka kematian ibu dan bayi," kata Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Henny Sutikno dalam reorientasi kelas ibu hamil yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Suami perlu memahami bahwa KB usai bersalin memiliki manfaat agar ibu memiliki cukup waktu untuk menyusui dan merawat bayi, menjaga kesehatan, dan mengurus keluarganya dengan baik. Selain itu, KB usai bersalin juga bermanfaat untuk mengatur jarak kehamilan dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Henny mengatakan, suami juga perlu mendapatkan edukasi tentang asupan gizi untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui. Peran suami akan sangat diperlukan untuk mengingatkan ibu hamil agar selalu menjaga kebersihan diri dan istirahat yang cukup.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa suami perlu juga mendapatkan edukasi mengenai hal-hal yang harus dihindari oleh ibu nifas dan selama nifas. Misalnya, membuang ASI yang pertama keluar karena itu akan sangat berguna untuk kekebalan tubuh bayi, membersihkan payudara dengan alkohol atau povidone, iodine, atau obat merah, atau sabun, karena bisa terminum oleh bayi, latihan fisik dengan posisi tengkurap, mengikat perut terlalu kencang, dan menempelkan daun-daunan pada kemaluan karena akan mengakibatkan infeksi.

Henny mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas telah melakukan edukasi-edukasi tersebut dalam pengembangan program kelas ibu hamil yang bernama Kelas Bapake Mamake, agar suami memiliki bekal untuk mendampingi istrinya yang sedang hamil. "Suami harus mendampingi istrinya yang sedang hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil dengan program Kelas Bapake Mamake, minimal empat kali pertemuan," kata Henny.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA