Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Kembali Beroperasi, TransNusa Layani Penerbangan Berbiaya Hemat

Rabu 28 Sep 2022 12:08 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Salah satu pesawat milik Transnusa tengah mengisi avtur (ilustrasi).

Salah satu pesawat milik Transnusa tengah mengisi avtur (ilustrasi).

Foto: REUTERS/Beawiharta
TransNusa merupakan maskapai penerbangan yang telah melayani wilayah timur Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) saat ini kembali beroperasi di tengah bangkitnya industri penerbangan. Bertransformasi menjadi maskapai berbiaya hemat atau low cost carrier (LCC), TransNusa membuka penjualan tiket penerbangan rute domestik terbaru maskapai yang akan menghubungkan Jakarta-Bali dan Jakarta-Yogyakarta mulai hari ini (28/9/2022). 

“Saat ini adalah momentum yang tepat bagi kami dengan melihat besarnya peningkatan kapasitas penumpang dari tahun ke tahun serta peningkatan mobilitas masyarakat pasca pandemi Covid-19,” kata Direktur Utama TransNusa Bayu Sutanto dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (28/9/2022). 

Baca Juga

Bayu menuturkan TransNusa juga melihat adanya kebutuhan akan pilihan layanan transportasi udara. Dia memastikan TransNusa terus mendukung konektivitas, mendorong pengembangan pariwisata nasional, dan percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi.

“Kami siap ikut meramaikan kembali langit Indonesia,” ujar Bayu. 

Dia menambahkan, TransNusa membuka penjualan dengan memberikan penawaran spesial diskon hingga 25 persen bagi calon penumpang yang memesan tiket mulai 28 September hingga 5 Oktober 2022.

TransNusa akan melayani penerbangan Jakarta (CGK) menuju Denpasar sebanyak lima kali sehari pergi pulang dengan harga mulai dari Rp 800 ribu untuk sekali jalan dan Jakarta menuju Yogyakarta (YIA) sebanyak dia kali sehari pergi pulang dengan harga mulai dari Rp 500 ribu sekali jalan mulai 6 Oktober 2022.

Sejak beroperasi pada 2005, TransNusa merupakan maskapai penerbangan Indonesia yang telah melayani wilayah timur Indonesia, terutama Nusa Tenggara-Bali dan Sulawesi bagian selatan. Pada Agustus 2011, TransNusa memasuki tahap baru dengan menerima sendiri Air Operator's Certificate (AOC) dan izin penerbangan niaga berjadwal.

Kali ini TransNusa bertransformasi dan siap menghadirkan layanan transportasi udara dengan konsep maskapai penerbangan bertarif rendah atau LCC. Bayu memastikan TransNusa memberikan kenyamanan dengan harga yang ekonomis serta aman bagi masyarakat Indonesia.

Dia mengharapkan TransNusa dapat menjadi pendukung besar pada pertumbuhan industri penerbangan. Data dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pada Juni lalu menyatakan bahwa penumpang udara diperkirakan mencapai 83 persen dari tingkat pra pandemi pada 2022. 

Berdasarkan data terbaru dari Kemenperin, jumlah penumpang yang mengudara di Indonesia saat ini diperkirakan meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini digadang-gadang dapat menjadikan Indonesia sebagai pasar transportasi terbesar keenam pada tahun 2034 mendatang.

Dengan menghubungkan Bali-Jakarta-Yogyakarta, Bayu yakin TransNusa bisa menjadi angin segar yang juga semakin mendukung kemajuan sektor pariwisata di Indonesia. Konsep yang disajikan oleh perusahaan juga diakui menjadi langkah dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat serta mendukung kebijakan pemerintah terkait harga tiket pesawat domestik.

“Kami berharap dengan konsep penerbangan LCC yang kami maksimalkan, TransNusa dapat turut mempermudah masyarakat dalam melengkapi kebutuhan transportasi udara dan menjadi opsi terbaik terutama untuk mereka yang ingin melakukan penerbangan domestik dari maupun ke Bali, Jakarta dan Yogyakarta,” jelas Bayu.

TransNusa menawarkan tiga opsi jenis tiket bundling yang disebut seat untuk pilihan yang paling standard, seatplus yang diprediksikan akan paling populer karena penumpang dapat memilih nomor kursi dan mendapatkan makanan, dan flexipro yang memberikan pelayanan penuh bahkan hingga fleksibilitas duakali perubahan tanggal dan jam penerbangan. Selain itu, maskapai juga menyediakan beragam menu makanan pra pesan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA