Selasa 27 Sep 2022 23:43 WIB

Kesadaran Peternak Riau untuk Vaksin Dinilai Rendah

Vaksinasi adalah satu-satunya cara mencegah hewan ternak terserang penyakit.

Rep: Febrian Fachri / Red: Ilham Tirta
Petugas Kesehatan Hewan menyuntik hewan ternak dengan vaksin penyakit mulut dan kuku (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman
Petugas Kesehatan Hewan menyuntik hewan ternak dengan vaksin penyakit mulut dan kuku (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Riau, Faralinda Sari mengatakan, kesadaran peternak di Riau untuk melakukan vaksinasi hewan ternaknya masih rendah. Padahal, vaksinasi adalah satu-satunya cara untuk mencegah hewan ternak terserang penyakit.

Faralinda mencontohkan, di saat-saat merebaknya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit ngorok atau septicaemia epizootica (SE) seperti saat ini. "Untuk mencegah hewan ternak terserang penyakit, harus divaksinasi. Itu yang perlu, tapi sayangnya peternak kita kesadaran untuk vaksinasi hewan ternaknya masih rendah. Mungkin karena selama ini belum pernah terjadi kasus seperti ini," kata Faralinda, Selasa (27/9/2022).

Baca Juga

Fara mengimbau para peternak mau melakukan vaksinasi hewan ternaknya. Karena jika hal itu tidak juga dilakukan, resiko kematian hewan sangat tinggi.

"Resiko kematian hewan ternaknya bisa 90 persen kalau terserang SE atau penyakit ngorok. Makanya, kami imbau untuk melakukan pencegahan dengan vaksinasi," kata dia.

Faralinda mengakui saat ini, stok vaksin hewan ternak untuk menangani penyakit ngorok ini memang habis. Namun, Disnakeswan menyatakan siap untuk membantu pengadaan vaksin tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement