Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Turkiye Kutuk Serangan terhadap Masjid Al Aqsa

Rabu 28 Sep 2022 03:31 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Agung Sasongko

Warga Palestina meneriakkan slogan-slogan sambil mengibarkan bendera nasional mereka selama rapat umum yang diselenggarakan oleh faksi-faksi Palestina untuk mendukung penduduk Palestina di Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa, di jalan utama kamp pengungsi Nusseirat, Jalur Gaza tengah, Jumat, 16 September 2022. Keluarga siswa Palestina di sekolah Al Iman di Yerusalem menggelar aksi protes menentang perubahan kurikulum pendidikan oleh Israel.

Warga Palestina meneriakkan slogan-slogan sambil mengibarkan bendera nasional mereka selama rapat umum yang diselenggarakan oleh faksi-faksi Palestina untuk mendukung penduduk Palestina di Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa, di jalan utama kamp pengungsi Nusseirat, Jalur Gaza tengah, Jumat, 16 September 2022. Keluarga siswa Palestina di sekolah Al Iman di Yerusalem menggelar aksi protes menentang perubahan kurikulum pendidikan oleh Israel.

Foto: AP Photo/Adel Hana
Serangan terhadap Masjid Al Aqsa langgar kesucian dan hukum internasional.

REPUBLIKA.CO.ID,ANKARA -- Turkiye pada Senin (26/9) mengutuk serangan oleh beberapa kelompok radikal Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Kemudian mereka menyerukan pihak berwenang Israel untuk mengambil tindakan yang diperlukan.

"Kami mengutuk dan merasa tidak dapat diterima bahwa kelompok radikal Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki di bawah perlindungan pasukan keamanan Israel," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Anadolu Agency pada Selasa (27/9).

Baca Juga

“Kami meminta pihak berwenang Israel untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan sehingga praktik yang melanggar kesucian dan status berdasarkan hukum internasional Masjid Al-Aqsa tidak diizinkan dan ketegangan tidak meningkat,” tambahnya.

Adapun pada kesempatan liburan Tahun Baru Yahudi, pemukim Yahudi radikal menyerbu kompleks masjid dan polisi Israel turun tangan terhadap warga Palestina yang memprotes serangan tersebut.

Sebelumnya Kelompok Palestina Hamas menyatakan pada Ahad (25/9), Masjid Al-Aqsa mengalami serangan paling berbahaya dalam sejarahnya sejak pendudukan Yahudi di Yerusalem dimulai.

Juru bicara Hamas, Abdullatif al-Kanu mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pasukan perlawanan tidak akan pernah meninggalkan tanggung jawab mereka terhadap al-Aqsa. Kemudian menekankan bahwa masjid telah menjadi sasaran serangan paling berbahaya dan luas sejak pendudukan Yahudi. Dia mengatakan, serangan pemukim Yahudi adalah upaya baru untuk membuat situs suci Muslim menjadi Yahudi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA