Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Kemenkes Klaim Jumlah Vaksin Mencukupi Meski Kosong di Sejumlah Daerah

Selasa 27 Sep 2022 19:14 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Indira Rezkisari

Warga mengikuti vaksinasi Covid-19.

Warga mengikuti vaksinasi Covid-19.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Kemenkes sedang menunggu kedatangan vaksin Covid-19 hibah COVAX.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi mengeklaim stok vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini masih mencukupi. Perihal menipisnya stok vaksin di beberapa daerah, menurut Nadia karena sebagian vaksin Covid-19 sudah disebar di gudang Dinas Kesehatan.

"Seharusnya tidak kosong ya (stok vaksin Covid-19), yang menipis stok pusat karena sudah disebar di gudang dinkes provinsi dan labupaten/kota dan puskesmas," kata Nadia kepada Republika, Selasa (27/9/2022). "Jadi memang tidak semua jenis vaksin ada dan ini jumlah tersebar-sebar jadi makin kecil dalam jumlah."

Baca Juga

Nadia menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu kedatangan vaksin hibah dari skema COVAX terdiri dari vaksin Pfizer, Moderna pada Oktober nanti. Untuk vaksin Pfizer pada Oktober akan datang sebanyak 5,5 juta dosis, November 7 juta dosis dan Desember 5 juta dosis. Sementara vaksin merk Moderna pada Oktober akan datang sebanyak 3,5 juta dosis.

"Kita masih menunggu kedatangan vaksin COVAX di Oktober ini dan juga kesiaplan vaksin lokal," terang Nadia.

Sementara ketersediaan vaksin lokal, beberapa waktu lalu Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri telah didaftarkan ke organisasi kesehatan dunia (WHO) Dengan begitu, vaksin bernama IndoVac buatan BUMN itu bisa dipasarkan secara global.

"Kami juga telah mendaftarkan emergency use listing (EUL) ke Badan Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin ini nantinya bisa digunakan di negara-negara lain melalui mekanisme support Covax Facility (multilateral). Melalui vaksin Covid-19, Bio Farma berharap dapat berkontribusi dalam mendukung kesehatan dunia, tidak hanya di Indonesia.” kata Honesti.

Honesti menjelaskan, setelah memperoleh izin, Bio Farma menyiapkan tahap berikutnya yaitu memproduksi vaksin IndoVac. Nantinya vaksin itu bisa digunakan untuk vaksinasi individu berusia 18 tahun ke atas secara massal.

Untuk tahap awal, Bio Farma memproduksi maksimal 20 juta dosis. Jumlah tersebut dapat dinaikkan menjadi 40 juta dosis per tahun 2023. Kemudian, dengan penambahan fasilitas dan kapasitas, produksi bisa dinaikkan menjadi 100 juta dosis per tahun pada 2024 tergantung pada kebutuhan dan permintaan.

Berdasarkan data Kemenkes RI pada Selasa (27/9/2022), kondisi stok vaksin di Indonesia di 49 Kabupaten/Kota cukup untuk 7 hari. Kemudian di 15 Kabupaten/Kota stok vaksin cukup untuk 7-10 hari.

Masih berdasarkan data yang sama, sebanyak 195 Kabupaten/Kota stok vaksin Covid-19 bisa lebih dari 14 hari. Sementara di 231 Kabupaten/Kota tidak memiliki data stok vaksin.

Beberapa daerah juga melaporkan stok kosong yakni Kota Tanjung, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Ciamis. Kemudian Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Tanah Bumu, Kabupaten Paniai dan Kabupaten Dogiyai.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA