Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Cara Mewujudkan Sekolah dan Tempat Kerja Sebagai Lingkungan Sehat Secara Mental

Selasa 27 Sep 2022 17:23 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Anak sekolah bermain di Festival Dolanan Tradisional Anak 2022 di Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (27/8/2022). Sekolah perlu menjadi tempat yang sehat secara mental.

Anak sekolah bermain di Festival Dolanan Tradisional Anak 2022 di Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (27/8/2022). Sekolah perlu menjadi tempat yang sehat secara mental.

Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Sekolah dan tempat kerja harus menjadi lingkungan yang sehat secara mental.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog klinis A Kasandra Putranto merekomendasikan agar sekolah mewujudkan lingkungan yang menyehatkan secara mental. Dengan begitu, sekolah dapat menghasilkan sumber daya manusia yang lebih baik.

"Sekolah dapat mewujudkan lingkungan yang sehat secara mental agar mengarah pada sekolah yang penuh dengan siswa lebih produktif dan siap," kata Kasandra yang juga humas Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia itu melalui keterangan tertulis kepada Antara di Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Baca Juga

Selain sekolah, menurut Kasandra, setiap tempat kerja juga harus menjadi tempat kerja yang sehat secara mental. Kesehatan mental karyawan harus sama pentingnya dengan kesehatan dan keselamatan fisik mereka.

"Menciptakan tempat kerja yang sehat secara mental adalah tentang membangun aspek positif dari lingkungan kerja dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi faktor risiko stres," katanya.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018 menunjukkan bahwa gangguan depresi sudah mulai terjadi sejak rentang usia remaja (15-24 tahun) dengan prevalensi 6,2 persen. Menurut Kasandra, persaingan dan tuntutan profesionalitas yang semakin tinggi juga menimbulkan banyaknya masalah yang harus dihadapi para pekerja.

Kasandra mengungkap ada sejumlah masalah mental pada pekerja kantor yang lebih mungkin terjadi. Beberapa di antaranya ialah depresi, gangguan kecemasan, gangguan pemusatan perhatian (ADHD), gangguan bipolar, hingga gangguan stres setelah trauma (PTSD).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA