Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Korban Perahu Tenggelam Bangladesh Naik Jadi 50 Orang

Selasa 27 Sep 2022 08:37 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Dalam gambar yang diambil dari video ini, orang-orang melakukan operasi pencarian di Sungai Karatoa di mana sebuah perahu yang penuh sesak terbalik, di Panchagarh, Bangladesh Minggu, 25 September 2022. Sebuah perahu yang membawa sekitar 100 peziarah Hindu terbalik pada hari Minggu di sungai di Bangladesh utara, kata polisi.

Dalam gambar yang diambil dari video ini, orang-orang melakukan operasi pencarian di Sungai Karatoa di mana sebuah perahu yang penuh sesak terbalik, di Panchagarh, Bangladesh Minggu, 25 September 2022. Sebuah perahu yang membawa sekitar 100 peziarah Hindu terbalik pada hari Minggu di sungai di Bangladesh utara, kata polisi.

Foto: AP Photo
Banyak penumpang yang masih hilang dalam peristiwa perahu tenggelam di Bangladesh

REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA -- Korban tewas perahu tenggelam di Bangladesh naik menjadi 50 orang. Banyak penumpang yang masih hilang dalam bencana di atas air paling buruk di negara itu dalam satu tahun lebih.

Saksi mata mengatakan para kerabat penumpang yang masih hilang berkumpul di tepi sungai. Sementara tim penyelamat terus melakukan pencarian.

"Saya hanya ingin melihat wajah ibu saya," kata Deepak Chandra Roy sambil menangis, Senin (26/9/2022).

Ia masih mencari ibunya yang hilang sementara putranya berhasil diselamatkan. Administrator distrik Panchagarh utara Jahurul Islam mengatakan sejauh ini jenazah yang sudah ditemukan termasuk 25 perempuan dan 13 anak-anak.

"Penyelam masih mencari lebih banyak jenazah orang-orang yang masih hilang," katanya.

Ia menambahkan kapal feri itu membawa umat Hindu ke kuil untuk menjalani hari Mahalaya ketika umat Hindu memberikan persembahan  pada leluhur mereka. Bencana maritim ini yang paling banyak memakan korban di Bangladesh sejak 2015.

Islam mengatakan pihak berwenang sedang mengumpulkan daftar orang hilang berdasarkan informasi kerabat penumpang. Sementara penumpang mengatakan kapal yang tiba-tiba miring dan tenggelam di tengah sungai Karatoya itu berisi lebih dari 70 orang.

Ia menambahkan komite lima anggota telah menyelidiki insiden ini tapi mereka menduga jumlah penumpang yang terlalu banyak menjadi penyebab tenggelamnya kapal tersebut. Polisi mengatakan beberapa penumpang berhasil berenang ke pinggir sungai atau diselamatkan.

Setiap tahun ratusan orang tewas dalam kecelakaan kapal feri di Bangladesh. Lalu lintas transportasi air negara yang tidak banyak melakukan penerbangan ini sangat sibuk tapi standar keselamatannya yang rendah.

Pada April 2021 lalu setidaknya 34 orang tewas dalam kecelakaan kapal feri yang terlalu penuh dengan kapal kargo. Kapal itu tenggelam di Sungai Shitalakhsya, di luar Ibukota Dhaka.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA