Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Dokter Paru: Rokok dan Vape Sama-Sama Berbahaya

Senin 26 Sep 2022 22:35 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Aneka varian cairan rokok elektrik (vape). Karsinogen dalam vape terdapat dalam cairannya, sementara di rokok ada di tar.

Aneka varian cairan rokok elektrik (vape). Karsinogen dalam vape terdapat dalam cairannya, sementara di rokok ada di tar.

Foto: Republika/ Wihdan
Keliru jika Anda mengira vape lebih aman daripada rokok konvensional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hingga kini masih banyak yang beranggapan menyesap rokok elektrik atau vape lebih sehat dan aman dibanding rokok konvensional. Padahal, keduanya terbukti sama-sama berbahaya dan bisa merugikan kesehatan secara keseluruhan.

Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr Agus Dwi Susanto menjelaskan setidaknya ada tiga persamaan antara vape dan rokok konvensional. Pertama, baik rokok maupun vape, sama-sama mengandung nikotin yang bisa menimbulkan efek kecanduan.

Baca Juga

Berbagai studi telah membuktikan bahwa nikotin itu bisa memicu penyakit kronis seperti penyakit jantung. Nikotin jika masuk ke dalam peredaran darah, bisa merangsang otak untuk melepas hormon adrenalin yang menurunkan kadar lemak baik.

"Ini pada akhirnya bisa meningkatkan risiko penyumbatan di pembuluh darah jantung," kata dr Agus dalam konferensi pers PDPI, Sabtu (24/9/2022).

Persamaan kedua, menurut Agus, vape dan rokok sama-sama mengandung bahan karsinogen. Bedanya, sumber karsinogen pada rokok berasal dari tar (tembakau yang dibakar), sementara karsinogen dalam vape terdapat dalam liquid vape alias cairan vape.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA