Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Etika Berwisata yang Perlu Diperhatikan Wisatawan

Selasa 27 Sep 2022 05:33 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Etika berwisata yang harus diperhatikan pelancong. (ilustrasi)

Etika berwisata yang harus diperhatikan pelancong. (ilustrasi)

Foto: www.freepik.com
Salah satu hal yang mendorong perkembangan pariwisata adalah etika wisatawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendorong perkembangan pariwisata di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menjadi wisatawan lokal yang beretika dan menebar kebaikan.

Tanggal 27 September diperingati sebagai World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia. Momentum ini diadakan untuk mendorong perkembangan pariwisata di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Baca Juga

Salah satu hal yang mendorong perkembangan pariwisata adalah etika pengunjung yang akan menjadikan destinasi tersebut nyaman dan aman. Saat berkunjung ke setiap tempat wisata, ada baiknya mengikuti aturan, menjaga kebersihan, dan juga tidak merusak alam.

Berikut ini adalah lima etika wisatawan yang harus diketahui saat berlibur agar menjadi pahlawan kebaikan, berdasarkan siaran resmi Ayobantu, Senin (26/9/2022):

1. Menggunakan transportasi umum

Ketika melakukan perjalanan liburan, usahakan untuk menggunakan angkutan umum selama di tempat tujuan. Selain lebih murah, langkah ini juga dapat menghemat bahan bakar.

2. Patuhi adat istiadat setempat

Sebagai wisatawan yang belum tahu seluk beluk tujuan liburan yang disinggahi, sebaiknya mematuhi peraturan tertulis dan juga peraturan tidak tertulis. Mematuhi peraturan yang berlaku di daerah tempat berwisata merupakan suatu tindakan yang patut diapresiasi, karena ikut menghargai dan menghormati lingkungan serta penduduk lokal.

3. Bawa kantong belanja

Untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, biasakan membawa kantong belanja sendiri. Pilih kantong belanja yang bisa dilipat dengan ringkas.

Selain itu, pastikan sampah yang dibawa dibuang ke tempat semestinya. Membuang sampah pada tempatnya merupakan hal paling dasar dan sudah diajarkan sejak kecil.

Jika di tempat wisata tidak ada tempat sampahnya, pengunjung bisa menyimpan sementara di tas atau kantong pakaian. Meski terlihat sangat sederhana, langkah ini mempunyai dampak yang sangat besar bagi lingkungan serta kelestarian alam.

4. Lestarikan flora dan fauna

Jika tempat yang akan dikunjungi masuk dalam kategori wisata alam, jangan sampai merusak ekosistem flora dan fauna di tempat tersebut. Hindari untuk merusak tanaman atau mengganggu hewan yang ada.

5. Ramah, sopan, dan membantu warga setempat

Saat berlibur, cobalah selalu bersikap sopan dan ramah dengan warga lokal. Dengan menerapkan sifat ini, warga lokal akan melakukan hal yang sama. Sikap ramah tidak hanya ditujukan kepada sesama, tetapi juga ke lingkungan sekitar.

 

 

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA