Senin 26 Sep 2022 19:14 WIB

Booster Vaksin Covid-19 Bisa Jadi Modal Cegah Long Covid

'Long covid' berpotensi terjadi pada orang yang terinfeksi lebih dari dua kali.

'Long covid' berpotensi terjadi pada orang yang terinfeksi lebih dari dua kali.
Foto: www.pixabay.com
'Long covid' berpotensi terjadi pada orang yang terinfeksi lebih dari dua kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyampaikan pemberian tiga dosis vaksinasi COVID-19 (vaksin penguat) menjadi salah satu modal untuk mencegah terjadinya reinfeksi yang dapat menyebabkan long COVID-19. "Long COVID-19 berpotensi terjadi pada orang terinfeksi lebih dari dua kali, apalagi belum vaksinasi penguat," ujar Dicky dikonfirmasi di Jakarta, Senin (26/9/2022).

Ia mengatakan, long COVID-19 juga akan bermanifestasi terhadap beragam penyakit yang akhirnya menjadi beban pembiayaan kesehatan di dalam negeri. "Sehingga, prinsip pencegahan menjadi jauh lebih penting," ucapnya.

Baca Juga

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah harus dapat mempercepat vaksinasi dosis ketiga untuk melindungi populasi. Menurut Dicky, definisi dan kriteria pemberian vaksin COVID-19 dosis lengkap sudah harus mengarah menjadi tiga dosis dari sebelumnya dua dosis.

"Adapun dosis keempat dapat diberikan kepada kelompok rentan, seperti orang dengan komorbid dan petugas publik," tuturnya.

Dicky menambahkan, dengan mempercepat pemberian dosis ketiga juga dapat mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat. "Tiga dosis menjadi penting sebagai syarat melakukan pemulihan dengan relatif aman, termasuk orang bisa beraktivitas," katanya.

Menurutnya, percepatan vaksinasi tiga dosis di dalam negeri menjadi penting untuk mengantisipasi sekaligus mencegah munculnya varian baru atau subvarian baru yang berpotensi terjadi mengingat belum meratanya vaksinasi COVID-19 di dunia.

"Adanya varian atau subvarian baru COVID-19 cukup terbuka selama ada negara yang lemah intervensinya, baik vaksinasi maupun protokol kesehatan. Oleh karena itu, ancaman ini salah satunya harus direspons dengan penguatan vaksinasi," tuturnya.

Ia mengatakan, varian omicron seperti BA.2.75.2 dan BQ1.1 masih menjadi varian yang paling mengancam, karena varian ini mampu menurunkan efikasi antibodi. Oleh karena itu, lanjut dia, modal imunitas dari tiga dosis vaksin COVID-19 penting untuk melindungi populasi.

Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta Senin mencatat jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan tiga dosis vaksin COVID-19 mencapai 63.234.035 orang atau sudah diberikan pada 26,94 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 sebanyak 234.666.020 orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement