Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Nabi Muhammad SAW Sang Pembawa Perdamaian

Selasa 27 Sep 2022 04:05 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Ani Nursalikah

Nabi Muhammad SAW Sang Pembawa Perdamaian

Nabi Muhammad SAW Sang Pembawa Perdamaian

Foto: republika
Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam masyarakat yang memiliki banyak masalah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat kita menjalani kehidupan di zaman modern ini, kita terus-menerus dibombardir dengan laporan kekerasan dan kerusuhan di semua bagian dunia. Seringkali terasa seperti dunia ini telah rusak, dan tidak ada keajaiban yang akan memperbaikinya.

Begitu banyak orang memiliki keluhan serius dan masalah yang tampaknya tak terpecahkan. Tapi ini bukan hal yang baru. Empat belas abad yang lalu, pada zaman Nabi Muhammad SAW kerusakan juga telah terjadi.

Baca Juga

Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam masyarakat yang memiliki banyak masalah utama, seperti yang kita hadapi saat ini. Dan dia merupakan solusi, memperbaiki hubungan antara tetangga, orang, dan bahkan musuhnya sendiri. Dia mengajari umat bagaimana mengubah masalah perselisihan itu menjadi perdamaian dan keamanan bagi semua orang.

Penjaga Perdamaian Antartetangga

Dalam masyarakat di mana Nabi Muhammad SAW dibesarkan, masyarakat Jahiliyah saat itu memperlakukan tetangga dengan buruk dianggap sebagai perilaku yang dapat diterima dan bahkan diharapkan. Tidak jarang tetangga terus-menerus berkelahi dan saling menghina, bahkan di antara mereka memperlakukan antar tetangga jauh lebih kasar dari saat ini.

Ja'far ibn abu Thalib, sepupu Nabi Muhammad, menjelaskan kepada Negus, Raja Ethiopia, praktik umum Jahiliyah bertetangga saat itu. Dia berkata: "Kami adalah bangsa yang bodoh dan jahat. Kami dulu memutuskan hubungan keluarga kami dan memperlakukan tetangga dengan buruk". (Diriwayatkan oleh Ahmad)

Kepada masyarakat ini yang tidak berpikir untuk memperlakukan satu sama lain dengan begitu buruk, kemudian Nabi Muhammad bersabda:

"Demi Tuhan, dia bukan seorang mukmin, demi Tuhan, dia bukan seorang mukmin, demi Tuhan, dia bukan seorang mukmin, dengan siapa bertetangganya ia tidak merasa aman. (Al-Bukhari)."

Nabi datang untuk menegakkan perdamaian, keadilan dan kerukunan sosial. Dia kemudian meluruskan perlakuan terhadap tetangga, dia menggunakan pendekatan akar rumput untuk membangun komunitas berbasis bertetangga.

Tapi Nabi tidak hanya mengkhotbahkan perlakuan baik terhadap tetangga ini kepada orang lain. Nabi Muhammad SAW langsung mempraktikkannya. Salah satu contohnya adalah ketika Nabi mengetahui penyakit tetangga Yahudinya, dia mengunjunginya dan memastikan dia dirawat.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA