Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Begini Kondisi Korban Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo

Senin 26 Sep 2022 13:34 WIB

Rep: C02/ Red: Christiyaningsih

Ilustrasi ledakan. Korban ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo alami luka bakar 70 persen di tubuh bawah.

Ilustrasi ledakan. Korban ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo alami luka bakar 70 persen di tubuh bawah.

Foto: Foto : MgRol112
Korban ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo alami luka bakar 70 persen di tubuh bawah

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Akibat ledakan di asrama polisi Grogol Indah Solo Baru, Grogol, Sukoharjo Ahad (25/9/2022) malam pukul 18.20 WIB, salah satu anggota Polresta Solo Bripka Dirgantara Pradipta (35) mengalami luka bakar 70 persen di tubuh bagian bawahnya. Plt Kapolresta Solo Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan selain luka bakar di bagian tubuh bawah, kaki kiri korban juga diduga mengalami patah tulang.

"Kita sampaikan anggota kami mengalami luka bakar, sekarang sedang ditangani secara intensif di RS Moewardi, Jebres. Saat ini korban masih di ruang intensif ICU dan observasi dari dokter itu kemungkinan patah tulang," kata Alfian, Senin (26/9/2022).

Baca Juga

Menurut Alfian korban diberikan anestesi untuk meringankan rasa sakitnya selama perawatan berlangsung. "Selain itu, untuk mengurangi rasa sakitnya oleh pihak kedokteran dianestesi untuk mengurangi rasa sakitnya observasi dari rumah sakit atau dari dokter Moewardi," terangnya.

Korban mengalami luka bakar dan tidak sadarkan diri sehingga tidak bisa dimintai keterangan. Oleh karena itu pihaknya akan menunggu untuk korban siuman terlebih dahulu. "Kita tidak bisa mengetahui secara utuh (kejadiannya bagaimana) karena sedang mengalami luka bakar sehingga kita tidak bisa mendapatkan keterangan," jelas Alfian.

Kemungkinan korban membawa barang bukti ketika Polresta Solo sedang dibangun sehingga korban mengamankan barang bukti terlebih dulu di rumahnya. "Nah itu lebih jelasnya nanti kita akan minta keterangan dari korban yang sudah sehat walafiat. Saya mohon doanya," kata Alfian.

Terkait penerima paket yang berisi bubuk hitam dengan inisial ANH asal Klaten, Alfian mengatakan akan ditangani langsung oleh Polda Jawa Tengah. Sedangkan status ANH apakah akan ditahan atau tidak pihaknya juga mengatakan hal serupa.

"Nanti kita tanyakan ke Kabid Humas, tentunya sudah ditangani oleh pihak Jawa tengah, sudah dilakukan penyelidikan juga. Soal penahanan saya tidak tahu semua ditangani oleh pihak Polda," pungkasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA